Warga Giligenting Desak Polres Sumenep Segera Ungkap Jaringan Pengoplos Beras UD Yudha Tama Art

0
120

Warga Giligenting Desak Polres Sumenep Segera Ungkap Jaringan Pengoplos Beras UD Yudha Tama Art

POLICELINE.CO, SUMENEP, — Kerja keras Kepolisian Resort Sumenep, Madura, Jawa Timur,dalam membongkar keberadaan suplier nakal pengoplos beras bantuan sembako untuk warga miskin mendapat apresiasi publik.

Bahkan warga desa di Kecamatan Giligenting, sebagai daerah yang disebut sebut menjadi sasaran distribusi kualitas beras abal abal bermerk ‘Ikan Lele Super’, yang berhasil digagalkan pendistribusiannya pada akhir Februari 2020 lalu mendesak Polres segera menyeret para tersangka lainnya.

“Kami sebagai warga Giligenting mengapresiasi kerja keras pihak kepolisian mengungkap permainan beras oplosan yang hendak didistribusikan ke pulau kami,” terang Sahrul Gunawan. Minggu (22/3/2020).

Direktur Sumenep Independen ini berharap, penegak hukum diminta membongkar agen pemesan hingga jaringan lain UD Yudha Tama Art yang disebut-sebut dalam naungan Affan Group itu.

“Polisi harus mampu membongkar jaringannya, siapa pemesan di bawah, siapa yang beraveliasi dengan UD Yudha Tama Art dan lain lain, ini persoalan nasib warga miskin,” pintanya.

Sebagaimana diketahui, pasca menetapkan LA (inisial perempuan) sebagai tersangka dengan pasal berlapis, saat ini Polres Sumenep, tengah mengembangkan keterlibatan pihak lain yang berhubungan dengan suplier sekaligus pemilik gudang UD Yudha Tama Art yang berlokasi di Jalan merpati 3A Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.

“Sementara kita lakukan penetapan tersangka LA sebagai pemiliknya, tidak menutup kemungkinan ada tersangka berikutnya, karena saat ini kami tengah melalukan pendalaman terhadap fakta fakta lain,” terang Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi. Jumat (20/3/2020), di halaman Mapolres setempat.

Disinggung mengenai keterlibatan Affan Group yang diduga menaungi UD Yudha Tama Art, pihaknya polres mengaku tidak akan tinggal diam.

Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota ini mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika memiliki informasi praktik dugaan pengoplosan beras di lokasi lainnya.

“Kami berharap bantuan informasi dari masyarakat, karena informasinya, kegiatan usaha Affan Group ini banyak di beberapa tempat, jadi kami mohon informasinya kepada masyarakat, dimana praktik pengomposan beras di tempat lainnya,” tegas AKBP Deddy.

Selain itu, berdasarkan penyangkaan pasal yang telah ditetapkan penyidik Satreskrim Polres, tersangka dijerat pasal berlapis, bahkan UD Yudha Tama Art disebut juga belum mengantongi legalitas.

LA ini, dijerat pasal 62 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen yang berbunyi pelaku usaha dilarang memproduksi maupun melakukan kegiatan tidak sesuai standar.

Kemudian, pasal 139 UU nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, bahwa pelaku usaha dilarang membuka kemasan akhir produk pangan tersebut, untuk dikemas kembali kemudian diperdagangkan.

Pasal lain yang juga turut disangkakan, pasal 106 UU nomor 7 tahun 2014 tentang pangan, pelaku usaha dilarang melakukan perdagangan tanpa izin.

“Kami sedang melakukan pendalaman, tidak menutup kemungkinan ada tersangka berikutnya, untuk tersangka LA terancam hukuman 5 tahun,” tandasnya. (aji/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here