Dugaan Pungli Jembatan Timbang Terpadu, di Kawasan Mesuji Kian Meresahkan

0
537

Jurnalis : Agus Rahardja
Sumatera Selatan (Policeline.co)–  Ribuan sopir truk, fuso mengeluhkan maraknya praktik pungutan liar (Pungli) di Jembatan Timbang Terpadu di Jalintim Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji, Kabupaten OKI, akibat di buka Jembatan timbangan terpadu Pematang Panggang, Sumatera Selatan.

Pasalnya, banyak oknum yang diduga meminta jatah kepada para sopir truk kontainer tersebut. Tak tanggung-tanggung, untuk sekali melintas, para sopir mengaku dimintai uang mulai dari Rp500 ribu-hingga Rp1 Juta

Menurut para sopir,  Di bukanya Jembatan timbangan ini banyak oknum tersebut melakukan pungutan lantaran truk yang melintas telah menyebabkan jalan rusak. Sebenarnya, hal tersebut sudah diatur dalam peraturan daerah setempat, jika truk kontainer yang bermuatan over kapasitas dilarang melintas. 

Selain membahayakan, truk tersebut tentu saja menimbulkan dampak pada jalan yang mudah rusak. Truk tersebut juga diwajibkan untuk menimbang muatan mereka.

Namun kenyataan di lapangan berbanding terbalik dengan peraturan tersebut. Kendaraan yang diduga over kapasitas tetap bisa melintas jalan raya dengan kondisi demikian, di sinilah terjadinya praktek Pungli yang dilakukan sejumlah pihak yang melibatkan pegawai Jembatan timbang, aparat kepolisian bahkan preman.

Sopir truk bernama Budi (35), yang membawa muatan dari Surabaya tujuan Padang mengatakan, Dibukanya jembatan timbang yang harus dilalui selama perjalanan. Ia harus merogoh kocek lebih dari Rp1 juta untuk aparat di jalanan. Menurutnya, setoran yang terbesar Jembatang Timbang yakni rata-rata Rp 500 ribu/jembatan.

 Belum lagi Pungli yang diduga juga dilakukan segelintir oknum polisi PJR (Patroli Jalan Raya) dan Preman. Terkadang harus nego dengan PJR, biasanya diminta Rp100 ribu atau Rp200 ribu. Bila tidak diberi, kami diancam akan ditilang karena truk saya memang muatan melebihi kapasitas,” ujarnya, Minggu sore (14/1/2018).

Tidak jauh berbeda dengan yang dialami Sutomo(41), saat ditemui di tempat yang sama, para sopir tidak bisa berbuat banyak terhadap Pungli yang mereka alami karena memang kendaraannya sudah melanggar peraturan akibat muatannya over kapasitas.

”Bila kami melawan atau tidak memberikan uang, kami pasti diancam. Truk kami akan dikandangkan, kami akan ditilang, bahkan diancam akan dianiaya preman bila kami tidak memberikan uang sesuai permintaan mereka,” ucap pria yang membawa Sembako dari Jakarta ke Jambi 

Pengemudi Berharap Kepada  pak Presiden  maraknya pungli di jembatan timbang segera diberantas dan merugikan uang negara.

 Hingga berita ini diturunkan kepala timbangan terpadu Pematang Panggang dan PJR Sumatera Selatan tidak mau dikomfirmasi dan terkesan menghindar.

(gus/pol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here