Sabtu Besok, Ribuan Warga Desa Karay Lebaran, Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1441 H Minggu 24 Mei

0
444
Masjid Jamik Alkarawi di Dusun Mandala, Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (DOk.MADURA EXPOSE)

POLICELINE.CO–Ribuan umat Islam di Desa Karay, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dipastikan merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijiriyah besok pagi, Sabtu 23 Mei 2020.
Kepastian itu berdasarkan hasil pantaun Redaksi, malam ini tidak ada lagi kegiatan shalat tarawih dirumah warga, masjid maupun mushalla seperti malam-malam sebelumnya.

“Ya Mas, besok masyarakat akan lebaran lebih awal dari yang diumumkan pemerintah. Puasanya kita juga mulai lebih awal. Mayoritas kami warga Nahdiyin kok,” ujar Khozaimah, Warga Dusun Mandala, Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Sumenep kepada MaduraExpose.com (Policeline.co Network), Jum’at malam,22 Mei 2020.

Sementara hasil Sidang isbat awal Syawal 1441 Hijriah yang digelar Kementerian Agama di Jakarta, Jumat petang, menetapkan Idul Fitri jatuh pada Minggu 24 Mei 2020.

“Semua melaporkan tidak melihat hilal (bulan baru). Oleh karena, metode hisab posisi hilal di bawah ufuk dan laporan perukyat tidak melihat hilal maka sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020,” kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam telekonferensi persnya di Jakarta, Jumat seperti melansir dari situs resmi Suara.com.

Adapun sidang isbat itu digelar dengan menaati protokol kesehatan COVID-19 dengan adanya pembatasan peserta untuk mengurangi potensi berkumpulnya undangan dalam kerumunan.
Dengan begitu, sidang hanya dihadiri beberapa tamu undangan sementara unsur pimpinan ormas Islam diundang sidang isbat melalui aplikasi pertemuan daring.
Pembatasan juga berlaku bagi peliputan insan media yang tidak dapat hadir langsung dalam kegiatan tersebut tetapi dapat menyimak melalui siaran langsung di televisi yang ditunjuk dan via media sosial Kementerian Agama.
Pakar astronomi dari Tim Falakiyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya mengatakan Kemenag menyebar perukyat di 80 titik di seluruh Indonesia.
Menurut Cecep, penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam. [fer/sr]

Hot Line:  KMP Mutiara Persada I Kandas Terseret Gelombang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here