Wakil Ketua DPRD Sumenep di Luruk Puluhan Wartawan, Diduga Lecehkan Media

0
20
Indra Wahyudi tampak panik saat di kepunh puluhan wartawan di ruang kerjanya/Policeline.co

POLICELINE.CO, SUMENEP— Tulisan status di media sosial dari akun Facebook atas nama Indra Wahyudi, yang tak lain adalah wakil ketua DPRD Sumenep dari fraksi Partai Demokrat viral. Sebab, statusnya menyebutkan media ecek-ecek dengan diberi tanda petik.

Berdasarkan penelusuran Redaksi, ini status lengkap Indra Wahyudi di akun FB-nya. “Cara kerja anda yg baik sbg politisi akan terukur dan berbanding lurus dg hasil perolehan suara anda pada setiap perhelatan dan momentum politik : Pileg, Pilkades maupun Pilbup. Media *”ecek2″* yg cenderung mendiskreditkan anda dalam setiap pemberitaannya tak akan mengalahkan popularitas anda di mata masyarakat,” demikian tulisan di status FB Indra Wahyudi.

Untuk memastikan status tersebut, sejumlah wartawan dari berbagai media online dan elektronik di Sumenep, meluruk ruang Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi untuk melakukan klarifikasi.

Ketika diklarifikasi, politisi dari Partai Demokrat tersebut tidak mengelak bahwa status tersebut memang dari dirinya. Bahkan, dia menjelaskan maksud dari statusnya yang kini sedang menjadi perdebatan hangat.

“Media-media yang keberadaannya tiba-tiba ada, satu minggu ada, satu minggu tidak ada. Saya berharap, kemudian tidak ada media yang seperti itu. Dalam tanda kutip, media ecek-ecek yang saya sebut disini adalah pertama, legalitas kelembagaannya tidak jelas,” kata Indra menjelaskan.

“Kemudian tidak ada identitas keberadaannnya, tidak jelas. Sebab, jika ini dibiarkan maka kredibilitas media yang formil, seperti media media lokal atau nasional yang sudah berdiri, ini akan menjadi imbas buruk dengan adanya media media yang seperti ini (ecek ecek, red),” terang dia.

Ketika disinggung media apa yang dimaksudnya. Indra mengelak untuk menyebutkan nama. Namun, diakuinya, media ecek-ecek tersebut, ada media lokal dan nasional.

Hot Line:  Kadiv Humas Polri: Kapolri Perintahkan Jajaran Awasi Proyek Infrasturuktur

“Oh tidak, jadi yang saya katakan seperti ini adalah kita sampaikan bahwa media, terlepas medianya ada di Sumenep, atau ada media yang dibikin pusat. Saya tidak tahu. ada beberapa media yang tiba-tiba, satu minggu ada, satu minggu tidak ada. Muntaber bisa dibilang begitu. Nah, kalau ini dibiarkan dan kemudian dikonsumsi Publik, ini akan menjadi tidak baik bagi masyarakat,” katak Indra mengelak. (tim)

|Ferry Arbania|

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here