Duh, PBB Mau Bangkrut Gara-gara 81 Negara Nunggak Iuran

0
14

POLICELINE.CO- Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kini didera krisis keuangan. PBB dikabarkan mengalami defisit hingga US$ 320 juta Rp 3,2 triliun dan terancam kehabisan uang di akhir Oktober ini.

Dalam sebuah surat yang ditujukan untuk 37.000 karyawannya, Sekjen PBB Antonio Guterres menulis pihaknya akan segera melakukan langkah penghematan. “Ini demi memastikan gaji dan hak karyawan dibayarkan,” tulisnya dalam surat itu sebagaimana dilansir AFP, Selasa (8/10/2019).

Keuangan semakin menipis karena negara-negara anggota hanya membayar 70% dari total dana operasional rutin di 2019. “Kami terpaksa menggunakan anggaran cadangan pada akhir bulan ini,” tulis surat Guterres lagi.

Untuk menekan biaya, Guterres bahkan menunda konferensi, sejumlah pertemuan dan layanan. Perjalanan staff juga dibatasi hanya pada kegiatan penting dan mengambil langkah-langkah untuk menghemat energi.

Guterres pun telah meminta negara-negara anggota PBB untuk meningkatkan kontribusi kepada badan dunia itu awal bulan ini. “Tetapi mereka (negara anggota) menolak,” kata seorang pejabat PBB yang enggan disebutkan namanya.

Anggaran operasi PBB untuk 2018-2019 mendekati US$ 5,4 miliar. Amerika Serikat berkontribusi 22 persen.

Permasalah ini sebenarnya bukan baru. Hal ini sudah ditegaskan Guterres sejak Juli lalu.

Bahkan dalam sebuah surat teguran, Guterres mengatakan 81 negara berutang hingga US$ 810 juta pada PBB. Negara-negara itu belum membayar iuran tahunan.

“Aliran kas kita tidak pernah serendah ini di kalender tahunan. Kita segera akan kekurangan kas segera dan berada di zona merah,” katanya dikutip dari Daily Caller.

Sebelumnya, lembaga multinegara lain, sejenis PBB, juga pernah bubar. The League of Nations yang didirikan tahun 1919 di Genewa Swiss bubar tahun 1946.

(CNBC)

Hot Line:  Grace: Misi PSI di DPR Tak Dukung Perda Syariah dan Injil
|Ferry Arbania|

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here