POLICELINE.CO–Sembilan anggota polisi mendapatkan perawatan usai menjaga aksi unjuk rasa mahasiswa di depan gedung DPRD Jabar, Senin (23/9/2019).  “Akibat kejadian tersebut mengakibatkan personel pengamanan dari polisi menjadi korban kericuhan demo,” ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Sufahriadi melalui pesan singkat.
Rudy menyebutkan kesembilan anggotanya mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu ketika tengah melakukan penjagaan. Sehingga harus dievakuasi ke sejumlah rumah sakit. “AKBP Sutorih (Dalmas Polda) luka dan memar di kaki kanan, Brigadir Indra (Reskrim) luka robek di jari kanan, Ipda Budi (Humas) memar tangan kiri, Bripda Andi (Dalmas Polda) luka robek di leher kanan di evakuasi ke RS Halmahera,” katanya.

“Bripda Ilham (Dalmas Polda) keseleo tangan kanan di evakuasi ke RS Halmahera, Bripda Fauzan (Dalmas Polda) di evakuasi ke RS Halmahera dan kemudian di rujuk ke RS Cicendo, Bripda Febi Alexander (Brimob Cikole) luka di bawah mata kanan, Bripka E Prasetyo (Brimob Cikole) sesak nafas dan luka pada kepala di evakuasi Ke RS Halmahera, dan Bripda Fikri (Dalmas Polda) luka robek di evakuasi ke RS Halmahera,” tambahnya. Dia menjelaskan pada awalnya aksi mahasiswa berjalan kondusif, namun menjelang malam memanas saat mahasiswa hendak masuk gedung DPRD Jabar. Pihaknya sempat mencoba menahan massa, namun disambut dengan lemparan batu. “Melalui pengeras suara polisi mencoba menenangkan mahasiswa. Polisi meminta koordinator aksi untuk menenangkan rekan-rekanya, melihat massa yang mulai masuk akhirnya dikerahkan water canon,” terang Rudy. Rudy menjelaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan penyebab kericuhan ini. Dia menduga ada provokatif oleh kelompok tertentu, sehingga berakhir ricuh. “Akan melakukan penyelidikan terkait kericuhan demo mahasiswa tersebut yang awalnya kondusif berubah menjadi ricuh karena adanya provokatif oleh kelompok tertentu,” pungkasnya.

(Ayo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here