POLICELINE.CO – Sekretaris Jenderal Jaringan Pro Demokrasi atau Prodem Satyo Purwanto angkat bicara setelah Irjen Firli Bahuri ditunjuk menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK periode 2019 – 2023. Satyo menyoroti kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan setelah Irjen Firli Bahuri ditunjuk sebagai ketua lembaga anti-rasuah.

Menurut Satyo, Irjen Firli harus berani mendesak kepolisian untuk menuntaskan kasus Novel. Meski di sisi lain, Irjen Firli masih berstatus sebagai anggota Korps Bhayangkara.

“Oh, iya, dong. Harus berani (mendesak kepolisian),” kata Satyo saat dihubungi jpnn.com, Jumat (13/9).

Satyo menerangkan, Firli harus sadar diri ketika berada di KPK. Eks Kapolda Sumatra Selatan itu tidak bisa bersikap normatif menyikapi kasus penyiraman air keras.

“Dia (Irjen Firli) harus profesional. Karena kan dia sekarang KPK. Bukan Kapolda Sumsel,” lanjut dia.

Lagi pula, kata Satyo, kasus penyiraman air keras kepada Novel telah diusut lama kepolisian. Kepolisian telah membentuk tim teknis untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras.

“Siapa pun pimpinan enggak bisa lagi menentukan atau tidak bersikap atau menyatakan berani atau tidak, dia tinggal ikuti flow saja,” pungkas Satyo.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat menunjuk lima orang menjadi Ketua KPK periode 2019-2023. Kelima yang ditunjuk yakni Irjen Firli Bahuri, Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, dan Nurul Ghufron.(jn)

Hot Line:  Kapolri Tito Terima Penghargaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here