POLICELINE.CO–Penjabat (PJ) Kepala Desa (Kades) Sugiyan, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, diduga menyalagunakan kewenangan memalak bendara desa
minta uang Rp 40 juta untuk mencairkan Dana Desa (DD).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) H Zainal Arifin membeberkan, PJ Kades Sugiyan diduga menekan bendahara desa dengan cara tidak mau
menandatangani pencairan Dana Desa (DD) jika tidak ada uang Rp 40 juta.

Menurutnya kejadian itu, penyalahgunaan wewenang karena tidak ada anggaran membayar uang Rp 40 juta kepada PJ Kades. Apalagi lanjut dia, alasannya tidak jelas patut diduga nominal yang disebutkan untuk memperkaya diri.

“Lantas dari mana bendahara desa akan mencari uang sebesar itu.”Katanya Selasa (10/9)

Ditambahkan, jika sampai DD di desa Sugiyan tidak kunjung cair dan, Surat Keputusan (SK)nya tidak dicabut pihaknya bersama bendahara desa akan melaporkan kepada penegak hukum.

Akibat ulah Penjabat kades desa Sugiyan tidak bisa melaksanakan kegiatan pembangunan yang sudah direncanakan dari awal. Padahal DD sudah masuk satu minggu lalu ke rekening desa.

“Saya berharap PJ Kades dapat bekerja sesuai tugas dan fungsinya sebagai pengganti kades sementara.”pintanya

PJ Kades Sugiyan, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep Asyhari membatah, jika dirinya tidak mau menandatangani pencairan DD jika ada uang 40 juta. Menurutnya, tuduhan itu, fitnah mengadu domba dirinya dengan perangkat desa.

“Itu Hoax dan tidak benar, dua hari sebelumnya saya sudah melakukan pencairan ADD dengan bendahara desa, hanya tingga DD yang belum cair karena belum ada uangnya.”teranganya.

Dia mengaku telah menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai PJ sesuai dengan aturan. Terkait DD hingga sekarang belum cair dirinya mengaku belum mengetahui.

Asyhari kembali menegaskan tidak cairnya DD bukan unsur dari dirinya yang tidak mau menandatangani pencairan Dana Desa tersebut.

Hot Line:  Kapolsek Ganding Didesak Serius Awasi Dana Desa

(Ros/foc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here