POLICELINE. Hubungan asmara seorang pedangdut Sisca Dewi (39), dengan seorang perwira tinggi Polri, Irjen Pol BS, berujung petaka bagi perempuan asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur itu.

Ia harus menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena dituduh memeras dan mencemarkan nama baik BS.

Semua berawal ketika pedangdut Sisca Dewi mengunggah foto bersama BS di akun Instagramnya pada Februari 2018 lalu.

Setelah itu hubungannya dengan BS mulai renggang dan berujung pada pelaporan ke polisi.

Sisca Dewi mengaku sempat tidak berkomunikasi dengan pria berinisial BS selama tiga bulan, yakni pada Februari, Maret hingga April 2018.

Saat itu Sisca Dewi marah karena BS meretas email dan akun Instagramnya.

“Waktu itu saya marah karena dia meretas email dan akun saya di Instagram,” ujar Sisca Dewi ketika ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

Akun Instagramnya diretas gegara unggahan foto Sisca Dewi dengan BS.

Padahal, menurutnya, tidak ada kalimat macam‑macam dalam unggahan tersebut.

“Saya memang pasang foto berdua dengan beliau. Tapi, tidak ada hashtag macam‑macam,” lanjutnya.

Selama ini, dia sudah berupaya menjaga diri untuk tidak mengunggah foto‑foto dengan BS hingga Februari 2018.

Berikut petikan tanya jawab Tribun Network dengan Sisca Dewi di tengah tangisannya yang tak kunjung henti;

Bisa cerita soal kedekatan dengan Pak BS?

Ya, awalnya dikenalin teman. Setelah itu berlanjut terus berkomunikasi.

Lalu menikah?

Iya menikah secara agama.

Siapa yang hadir saat itu?

Keluarga saja.

Ada foto atau video saat pernikahan?

Tidak ada. Mas BS tidak mau direkam ataupun didokumentasikan saat itu. Cuma ada foto prewed di Bali November 2016.

Tapi Anda tahu BS sudah punya istri?

Iya saya tahu. Saya juga tahu pekerjaan Mas BS tidak boleh beristri lebih dari satu. Tapi saya rela untuk dinikahi secara agama, karena saya berpikir pernah gagal sebelumnya.

Soal tuduhan rumah di Jalan Pinguin (Bintaro) merupakan hasil pemerasan, sebenarnya bagaimana?

Rumah itu mahar pernikahan antara saya dengan Pak BS. Beli Oktober 2016, sempat direnovasi sampai Maret 2017.  Juni, kami buat syukuran di rumah itu. Undang anak yatim dan segala macam.

Saat syukuran Pak BS datang?

Iya datang. Beliau juga memberikan sambutan sebagai tuan rumah. Banyak media yang datang. Silakan tanya. Tidak ada satu pun wajah dan raut muka keterpaksaan dari Mas BS dari awal hingga tamu‑tamu semua pulang. Bisa dilihat semuanya di media.

Soal foto di Instagram bagaimana?

Itu foto saya berdua pada Februari 2018. Tidak ada hashtag macam‑macam. Saat itu saya ada konflik internal dengan istri pertama beliau. Di luar itu, mereka membangun berita tidak baik tentang saya.

Padahal, saya ingin menunjukkan bahwa kami menikah, tidak seperti yang mereka tuduhkan. Itu saja. Tidak ada motif lain.

Saya juga sempat hilang kontak dengan Mas BS karena email saya diretas. Itu isinya data penting kerjaan saya. Februari, Maret, April. Baru Mei, Mas BS kembali ke rumah.

Itu diketahui oleh istri pertama beliau. Saya juga sempat beri pesan ke istri beliau. Keluarga kita juga sudah sama‑sama tahu. Ya sudah tidak usah ribut‑ribut.

Ada kesepakatan tertentu tidak sih saat menikah?

Kami menjaga agar tidak terlalu kelihatan. Banyak yang memang tidak mengetahui bahwa kami menikah.

Makanya, saya upload foto itu agar tahu bahwa kami menikah. Bukan pasangan yang berzinah.

Sementara itu, perwakilan keluarga BS, Irwansyah, menyebut sejauh ini pihaknya masih meyakini Sisca Dewi telah melakukan tindakan pemerasan dan pengancaman kepada BS.

Bukti nyata, ada pada rumah di Jalan Pinguin, Bintaro, seharga Rp 8 miliar yang diberikan BS.

“Iya, kami masih meyakini ada ancaman kepada Pak BS oleh SD. Rumah pembelian Pak BS itu salah satunya. Dia mengancam akan menyebarkan foto berdua apabila tidak dibelikan rumah dan macam‑macam lah. Itu juga yang menjadi laporan kami,”  tambahnya.

(Trb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here