Sumenep (PoliceLine) – Ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep Bapak Husein Satriawan gelar pengajian dalam rangka Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 1440 H bertempat di serambi Masjid Jamik Sumenep Jl. Trunojoyo No. 6 Kelurahan Bangselok Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur. Selasa, (20/11/2018).

Kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan pihak Takmir Masjid Jamik pada Minggu, 19/11 yang dimulai pada pukul 20.00 WIB. Acara tersebut dihadiri kurang lebih 1.500 orang undangan sebagai penceramah KH. Achmad Fadlan Masykuri dari Pangarangan Sumenep salah satu Pengasuh Ponpes Darul Rahman.

Hadir pada acara tersebut Dandim 0827/Sumenep yang diwakili oleh Letda Cba Heri Ahmad Effendi selaku Danunit Kodim 0827/Sumenep. Turut hadir juga Asisten pemerintahan Bapak Drs. Carto MM selaku wakil Bupati Sumenep, Kapolres Sumenep diwakili Kasad Binmas diwakili Iptu Sumaji, Danramil 0827/01 Kota Kapten Inf Sarkun, Santriawan dan Santriwati Ponpes Darul Rahman Pangarangan Sumenep, Tokoh agama dan ulama Kab. Sumenep dan seluruh jemaah Masjid Jamik Sumenep.

Adapun susunan acara diawali dengan pembukaan, pembacaan Ayat Suci Al-qur’an oleh Ustadz H. Basuki Yahya dilanjutkan dengan Shalawat Nabi (Qiyam) Hadra Asiktu Pandian. Menginjak pada pukul 20.35 WIB Sambutan oleh ketua Takmir Masjid Jamik Sumenep (Husein Satriawan) yang intinya; mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat yang tidak terhingga sala satunya nikmat iman.

Pengajian ini kita gelar dalam rangka Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1440 H, mudah-mudahan kita saudara-saudara sekalian yang hadir dapat mengambil hikmanya pada acara ini.

“Atas nama takmir masjid Jamik, kami bersama pengurus dan panitia apabila dalam pelaksanaan ada kekurangan saya mohon maaf yang sebesarnya. Saya selaku takmir Masjid Jamik Sumenep memohon saran dan kritikan kepada para hadirin dengan harapan kedepan masjid dapat lebih maju serta lebih baik dari sebelumnya,” ungkap takmir Masjid”.

Kepada aparat Penerintah apabila ada yang mau mengisi untuk mendatangkan penceramah di Masjid Jamik mohon koordinasi dengan takmir Masjid karena Majid Jamik untuk jadwal Tausiyah sangat penuh sehingga tidak ada ketersinggungan kepada Ustadz yang sudah terjadwal, “imbuhnya”.

Sekira pada pukul 20.45 WIB, penyampaian sambutan dari Bupati Sumenep yang diwakili oleh Bapak Drs. Carto MM, yang intinya, menyampaikan ucapan permohonan maaf karena Bupati Sumenep tidak dapat hadir di karena di Ponpes Alkarimiyah Baraji ada acara yang sama.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep mengucapkan banyak terimahkasih kepada panitia yang sudah menyelenggarakan acara Maulid Nabi yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Dalam Sabda Rasulullah beberapa pemahaman yaitu ilmunya ulama, orang kaya yang dermawan, doanya orang fakir dan adilnya pemerintahan. Mengapa setiap tahun diberbagai dunia umat Islam memperingati Maulid Nabi karena untuk meneladani kepribadian baginda Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah merupakan pilihan dari Allah SWT yang patut kita contoh keteladanannya.

Beberapa hal atau amanat yang perlu saya sampaikan dari Bupati Sumenep antara lain beliau mengajak;
1). Mari kita terangi keluarga dari sinar ilahi.
2). Tetap jaga ukhuwah islamiyah, Ukhuwah Insaniyah (basyariyyah) dan Ukhuwah Wathaniyah.
3). Dukungan kepada seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pembangunan pemerintah terutama Kabupaten Sumenep.

Ceramah Agama oleh Pengasuh Ponpes Darul Rahman Pangarangan Sumenep (KH. Achmad Fadhlan Masykuri) yang intinya sbb; kita hadir berkumpul pada acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1440 H yaitu untuk mencari syafaat dari baginda Rosulullah SAW.

Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad, yang jatuh pada tanggal 12 Rabi’ul Awal pada setiap tahunnya. Saat kelahiran Nabi Muhammad memiliki banyak keistimewaan, kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi seribu satu tanda bahwa beliau akan menjadi utusan terakhir dalam menyampaikan risalah Islam dalam keadaan terbaring serta kedua tangannya mengangkat ke langit seperti halnya orang yang sedang memanjatkan do’a.

Orang mukmin yang betul-betul Iman kepada Allah SWT dan Rosulnya ketika masuk pada bulan rabiul awal langsung ingat kepada Nabi Muhammad SAW karena bulan tersebut adalah bulan yang sangat mulia.

Dengan senangnya kita dalam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW bahwa nantinya kita di akhirat akan mendapatkan syafaatnya. Momentum Maulid Nabi seharusnya menjadikan kita lebih mencintai Nabi Muhammad SAW yang membuat kita mengikuti beliau dan meneladaninya.

Jangan sampai maulid Nabi justru membuat kita semakin jauh dari sunnahnya. Allah SWT dalam firmannya memuji kepada kita semua karena umat Nabi Muhammad SAW adalah paling sempurnanya umat, maka dari itu syarat orang iman yaitu harus melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangannya.

“Kepada Pemerintah, para kyai, para habaib apabila ada kemungkaran wajib kita larang jangan sampai difasilitasi agar kita tidak mendapatkan azab dari Allah SWT, mari kita semua lawan kemungkaran,” ajak KH. Achmad Fadhlan Masykuri dalam menyampaikan ceramahnya.

Cara kita membuat senang Nabi Muhammad SAW antara lain kita harus ikut melakukan sunnah-sunnah Nabi serta cinta kepada keluarga Nabi, ciri ulamak-ulama yang harus diikuti oleh para nahdiyin sala satunya kita harus cinta kepada keluarganya Rosulullah SAW, “pungkasnya dalam mengakhiri ceramah”.

Dipenghujung acara ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh KH. Achmad Fadhlan Masykuri. Penyampaian dari Letda Cba Heri Ahmad Effendi selaku Danunit Kodim 0827/Sumenep saat dikonfirmasi awak media Pendim menyampaikan bahwasannya acara tersebut merupakan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1440 H yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Takmir Masjid Jamik Sumenep.

Tujuan  diselenggarakam Maulid Nabi untuk menggali hikmah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW serta semangat dan motivasi umat Islam dalam menjalankan ibadah. Dalam isi ceramah atau tausiyahnya yang disampaikan oleh KH. Achmad Fadlan Masykuri dari Pangarangan Sumenep salah satu Pengasuh Ponpes Darul Rahman, tidak ada unsur politik melainkan murni ceramah agama.(sur/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here