87 Wartawan Tewas Terbunuh di Tahun 2010

0
181

PoliceLine. Sebanyak 87 wartawan di seluruh dunia tewas pada tahun 2010 akibat terbunuh pada saat bertugas. Data ini berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh organisasi Canadian Journalists for Free Expression (CJFE) pada Kamis, 30 Desember 2010.

Organisasi yang beranggotakan 300 pekerja media di Kanada dan seluruh dunia ini melaporkan bahwa negara yang paling berbahaya bagi para jurnalis adalah Pakistan (14 tewas), Mexico (13 tewas) dan Honduras (10 tewas). Laporan mengatakan bahwa pemerintah di negara tersebut telah gagal dalam melindungi para jurnalis. Di negara ini, kebanyakan para pembunuh jurnalis bahkan dapat melenggang dengan tenang karena memiliki impunitas sehingga diadili.

Para jurnalis ini kebanyakan dibunuh ketika tengah menginvestigasi sebuah kasus yang dinilai sensitif. Cara pembunuhan terhadap mereka juga bermacam-macam dan terkadang sangat sadis.

CJFE menuliskan beberapa kasus pembunuhan dengan berbagai cara, diantaranya adalah wartawan Turki Metin Alatas yang dipaksa untuk bunuh diri pada 4 April lalu, wartawan Meksiko Marco Aurelio Martinez Tijerina diculik dan ditemukan tewas pada 10 Juli lalu dengan peluru bersarang di kepalanya, dan wartawan Pakistan Pervez Khan dan Abdul Wahab tewas akibat terkena bom bunuh diri pada 6 Desember lalu.

Laporan mengatakan bahwa tempat kerja maupun rumah menjadi tempat pembunuhan para jurnalis. Pembunuhan bahkan melibatkan banyak pihak, termasuk diantaranya adalah polisi dan militer, seperti yang terjadi di Meksiko. Di Pakistan, pembunuhan wartawan dilakukan dengan bom bunuh diri yang memang ditujukan untuk membunuh para pencari berita tersebut.

Para jurnalis yang bertugas meliput perang dan daerah konflik mungkin yang paling rentan terbunuh. Diantara daerah konflik yang tercatat telah merenggut nyawa jurnalis pada 2010 adalah Afghanistan, Angola, Thailand pada saat bentrokan Kaos Merah, dan perairan Israel ketika kapal pembawa bala bantuan Turki untuk Jalur Gaza.

Hot Line:  Tokoh Pers Riau Kecam Tindakan Kapoldasu

Di Somalia, Meksiko, Pakistan dan Nigeria, masalah terbesar bagi para jurnalis adalah penculikan. Sampai saat ini, seorang jurnalis Kanada, Khadija Abdul Qahaar yang diculik di Pakistan November 2008 lalu masih belum ditemukan. Diperkirakan dia sudah tewas.

“Dalam melaporkan hal ini, CJFE berharap untuk memberikan kesadaran mengenai bahaya yang dihadapi oleh para jurnalis di seluruh dunia. Organisasi kami menyerukan kepada pemerintah Kanadan dan komunitas internasional untuk bekerja sama melindungi hak para jurnalis dan menghapuskan impunitas para pembunuh,” ujar Presiden CJFE, Arnold Amber. (sj/viV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here