Aktualisasi Keteladanan Dalam Berbangsa

0
335

Oleh: Nur Khalis***

Nabi Muhammad SAW. Adalah manusia pilihan terbaik yang diberikan mandataris oleh Allah SWT. Menjadi rasul-Nya untuk menjadi teladan terbaik bagi kehidupan manusia. Dalam menterjemahkan makna mauled ( hari kelahiran ) beliau, yang terpenting bukan upacaranya karena itu hanya tirai belaka,  melainkan spirit dan substansi pencerahan moral, mental, dan spiritual sebagai pemimpin keteladanan yang monumental sepanjang masa.

Islam hadir di muka bumi untuk mengatur dan membimbing masyarakat menuju kehidupan yang baik dan egaliter. Kehadiran Islam bukan untuk membumi hanguskan budaya, tetapi Islam hadir agar umat manusia jauh dan terhindar dari hal-hal yang tidak memberikan kemanfaatan dalam kehidupannya. Sehingga masyarakat akan berkembang menuju tatanan kebudayaan yang beradab dan berkemajuan dengan tetap memperlakukan tradisi dan budaya local dengan terhormat dan meluruskan berbagai kekeliruannya dengan cara arif dan bijaksana.

Kelahiran Nabi Muhammad sesungguhnya telah memberikan makna subtantif dalam menata kehidupan umat manusia lintas zaman. Secara mendasar, Nabi Muhammad telah mampu mengadakan perubahan-perubahan signifikan dan meletakkan dasar nilai-nilai positif dalam peradaban umat manusia. Dalam konteks ini, Nabi Muhammad memberikan arah baru peradaban dengan melakukan humanisasi spritualitas yang telah mengental dalam fatalism akibat krisis moralitas bangsa saat itu.

Disamping itu, lahirnya Nabi Muhammad merupakan rahmat bagi seluruh alam, terutama bagi yang bersedia dengan tulus untuk mengikuti ajarannya yang selanjutnya berisikan koreksi holistic terhadap peraktek keimanan, perilaku dan akhlak manusia, sebagai bentuk reformasi terhadap tatanan sosio-kultural, ekonomi politik global.

Ketika Nabi Muhammad dilahirkan, kondisi masyarkat Arab dalam era kegelapan dan kebodohan ( Jahiliah ). Tatanan kehidupan social kemasyarakatan yang jauh dari humanisme, dengan merebaknya perbudakan yang meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan, perekonomian yang dimonopoli pemuka dan sekelompok penguasa yang kuat dan berpengaruh. Demikianlah, Nabi Muhammad telah memberikan teladan dengan berjuang mengeluarkan masyarakat dari zaman jahiliah menuju zaman pencerahan. Proses ini dilakukan dengan keteguhan iman, keyakinan dan perjuangan.

Hot Line:  Komando Aksi Sukarelawan: Terimakasih Presiden Jokowi atas Perhatiannya untuk Pariwisata Bali

Keteladanan ini perlu dijadikan rujukan sejarah dan pelajaran dalam membangun kehidupan bangsa Indonesia.Rakyat Indonesia harus menjaga keteguhan sikap dan kekuatan batin sehingga tak kehilangan arah dan harapan di tengah perubahan zaman. Untuk tetap bertahan, perlu terus meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa. Negara Indonesia merupakan tanggung jawab bersama semua lapisan bangsa,terutama pemerintah,ulama,dan masyarakat. 

Mengutip Michael Hart, tentang alasan menempatkan Nabi Muhammad SAW diperingkat pertama  diantara 100 Tokoh paling berpengaruh dalam sejarah panjang peradaban umat manusia, salah satu catatan pentingnya bahwa Nabi Muhammad mampu meraih keberhasilan yang spektakuler dalam segala bidang dengan bangunan perdadaban yang mensinergikan antara agama dan dunia yang berilian dalam sejarah kemanusian universal dimuka bumi. sehingga ajarannya tetap eksis sampai sekarang dan selalu membimbing umatnya sebagai kebutuhan zaman.

Dengan demikian peran inteletual organik, ulama diharapkan terus menerus mendorong pemahaman Islam rahmatan lil alamin yang mengajarkan perdamaian, kerukunan, dan persatuan sebagai edukasi keagamaan dalam bangsa yang multikutural.  Selain memberikan afirmasi tentang pentingnya persaudaraan antar umat ( ukhuwah islamiyah ) dan antar manusia ( ukhuwah basyariah ) Islam juga memberikan perhatian yang lebih tentang pentingnya persaudaraan kebangsaan ( ukhuwah wataniah ) .

Kesadaran berbangsa dan bernegara selalu meletakkan keberagaman atau pluralitas sebagai konteks utama yang melahirkan dan menyatukan spirit kebangsaan dan nasionalisme. Dari sinilah peringatan maulid Nabi perlu dijadikan sebagai momentum untuk meneguhkan nilai-nilai kebersamaan bagi dinamisasi nilai-nilai keadaban.

Perenungan dan aktualisasi keteladanan profetik dari spirit kelahiran Nabi Muhammad yang dikenal sebagai pilihan Tuhan dan memiliki sikap mulia, yaitu kejujuran, amanah, mempunyai kecerdasan  dan transformative. Nilai-nilai kejujuran, moralitas, kesederhanaan, egaliliter, semangat juang, optimisme hingga teladan kepemimpinan menyatu dalam diri Nabi.

Hot Line:  Kapolda Sumsel Beri Reward Umroh Gratis 8 Personel Berprestasi

Selanjutnya peringatan Nabi Muhammad, seyogyanya kita jadikan instrumen bahwa ajaran profetiknya Nabi Muhammad sebagai kesalehan mulitidimensi bisa dipraktekkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (*)

*****Ketua Satkar Ulama Surabaya dan Wakil sekretris Bidang Kerohanian DPD Ormas MKGR Jawa Timur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here