Dandim Sumenep Hadir Pada Peringatan Hari Aksara Internasional Ke-53

0
222

Sumenep (PoliceLine) – Komandan Kodim 0827/Sumenep Letnan Kolonel Inf. Ato Sudiatna hadir pada kegiatan Peringatan Hari Aksara Internasional yang Ke 53, serta Simposium dan Pameran Pendidikan Tahun 2018. Jum’at, (16/11/2018).

Pada pelaksanaannya kegiatan tersebut dimulai pada pukuk 14.10 WIB dengan mengambil tema ”Mengembangkan Keterampilan Literasi Yang Berbudaya”, bertempat di lapangan A. Yani Pangligur Sumenep Jl. Payudan Tengah Desa Pabian Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur.

Kegiatan dihadiri lebih kurang 500 orang tamu undangan. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, M.Si, Wakapolres Sumenep Kompol Sutarno S.Sos, Wakil Bupati Sumenep Ach. Fauzi SH, Sekda Kab. Sumenep Edy Rasyiadi, Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial, Sekretariat Daerah Prov Jatim Bapak Dr. Hudiyono M.Si, Ketua PGRI Provinsi Jatim Drs. H Inwan Sumadi MM.

Selain itu, nampak hadir juga Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Dasmen Provinsi Jatim yaitu Bapak Drs. Sugianto Cokro, Dirjen Paud dan Diknas diwakili oleh Kasubdid Pendidikan Keaksaraan Bapak Dr Kastum M. pd, Kasubdit Pendidikan Kesetaraan dan Budaya Baca Direktorat Pendidikan Keaksaraan dab Kesetaraan Kemendikbud RI, Bapak Dr. Kastum.

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, M.Si menyampaikan yang intinya; Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena pada siang hari ini kita bisa menghadiri pembukan pameran Hari Aksara Internasional Provinsi Jawa Timur serta Simposium dan Pameran Pendidikan Kabupaten Sumenep Tahun 2018.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, menyampaikan selamat datang di kabupaten sumenep kepada para guru dan stakeholder pendidikan dari Kabupaten maupun Kota Di Jawa Timur. Pemerintah kabupaten sumenep juga menyampaikan terima kasih atas kpercayaan pemerintah provinsi jawa timur kepada kabupaten sumenep yang menjadi tuan rumah dalam pameran hari aksara internasional, hal ini merupakan kebanggaan bagi 1,1 juta masyarakat Kabupaten Sumenep.

Hot Line:  Pra TMMD ke-104 Sekaligus Peletakan Batu Pertama Kodim 0827 / Sumenep, Digelar Hari Ini

Pada saat Bangsa kita lantang berteriak merdeka 73 tahun silam, lebih dari 90 persen penduduk tak bisa menuliskan namanya sendiri atau masih buta aksara. Maka ketika Bung Karno mengatakan, “beri saya sepuluh pemuda” boleh jadi 9 dari 10 pemuda tersebut tak bisa mengeja.

Perlu kita ketahui bersama, saat ini tercatat 11 provinsi di Indonesia yang persentase tuna aksaranya di atas rata- rata nasional, termasuk provinsi jawa timur. Angka-angka itu bukan sekadar deretan statistik buta huruf angka namun memberi pesan nyaring bahwasannya belum semua warga negeri ini bisa menulis.

Pada acara konferensi para menteri pendidikan tentang pemberantasan buta huruf di iran pada tahun 1965, mengingat masih tingginya buta aksara di seluruh dunia. Kita semua harus terus berupaya dan berkomitmen untuk penuntasan penduduk buta aksara capaian tahun 2017 berdasarkan data badan pusat statistik (bps) bahwa penduduk Indonesia usia 15-59 tahun yang telah berhasil diber-aksarakan mencapai 97,93 persen, atau tinggal sekitar 2,07 persen atau 3.3 juta jiwa, “papar Bupati Sumenep dalam membacakan sambutan”.

Sementara itu, perlu juga kami sampaikan bahwa sejak tahun 2010 sampai tahun 2017, Kabupaten Sumenep berhasil menurunkan buta aksara sebanyak 79 ribu 620 orang. Keberhasilan itu berkat kerja keras dan kerjasama oleh semua guru pendidik dan semua pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung peninggal penuntasan buta aksara.

Pameran Hari Aksara Interasional ini merupakan bagian dari upaya menguatkan semangat dan komitmen semua pihak, baik pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat yang ada di jawa timur untuk peduli terhadap penuntasan buta aksara. Oleh karena itu, mari kita jadikan pameran hari aksara internasional sebagai gerakan bersama agar tidak ada lagi penduduk di negeri ini yang tidak mampu mengeja namanya sendiri atau masih buta aksara.

Hot Line:  Serda Agus Salim Bantu Penyiangan Tanaman Padi di Desa Batu Ampar

Keberaksaraan bukan sekadah mengubah yang tak bisa membaca menjadi bisa membaca, tetapi juga mendorong yang bisa membaca untuk terus membaca. Sastrawan taufik ismail, pernah mengatakan bahwa kita masih diselimuti oleh “Generasi Nol Buku”, generasi yang tak membaca satu pun buku satu tahun. “Generasi yang rabun membaca dan lumpuh menulis”.

Generasi yang makin terjebak kepada kemajuan teknologi digital dan melupakan kegiatan literasi setiap orang bisa ikut berkontribusi menekan buta aksara melalui banyakhal;
– Pertama, setiap orang tua perlu mengenalkan aksara sejak dini kepada anak-anaknya.
– Kedua, sekolah perlu membuka diri menjadi agen perubahan keberaksaraan berkolaborasi bersama warga sekitar untuk mengelola kegiatan literasi melalui media yang telah ada.
– Ketiga, semua pihak berperan aktif kegiatan literasi. sebab lewat membaca manusia menjelajah dunia tanpa batas, tanpa menulis penjelajahan tersebut akan kita lestarikan, “pungkas Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim.

Perlu diketahui juga, pelaksanaan kegiatan Peringatan Hari Aksara Internasional yang Ke 53, serta Simposium dan Pameran Pendidikan Tahun 2018 mendapat pengawalan secara ketat. Diantaranya personil yang melaksanakan pengamanan serta pengawasan dari Kodim 0827 sebayak 50 Personil, Pihak Polri dari Polres Sumenep diterjunkan 150 Personil, Dishub Kabupaten Sumenep berjumlah 20 Personil dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumenep sebanyak 30 Personil. (sur/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here