Polres Sumenep Patut Di Duga Lindungi Kepala Desa Skandalus

0
760
Inilah mobil beserta enam orang yang diamankan polisi dalam kasus dugaan pemerasan

Oleh: KURNIADI,SH*

Telah lama sekali dirasakan oleh publik bhw _Hukum Tajam Ke Bawah dan Tumpul ke Atas_. Suatu adagium yg menggambarkan dimana hukum begitu ganas kalau menyangkut rakyat kecil yg tidak beruang, akan tetapi menjadi tak berdaya kalau kasus itu berhadapan dg mereka yg kuat, terutama mereka tajir;

Contoh sederhananya dapat dilihat dari penanganan Polres Sumenep atas diri beberapa Oknum LSM LP-KPK yg ditangkap pada hari Selasa, 07 Nov 2018 karena diduga melakukan tindak pidana pemerasan pasal 368 KUHP yg dilakukannya kepada salah seorang Kepala Desa di wilayah Kecamatan Rubaru sebagaimana dilansir oleh beberapa media online pada hari Rabu, 07/21/2018 kemarin;

Bahwa peristiwa penangkapan tersebut seolah dibanggakan oleh Polres Sumenep dimana tindakannya tersebut dibuatkan rilis media hingga ramai di masyarakat;

Bahwa dari semua pemberitaan media tersebut memiliki framing yg sama, yaitu mendiskreditkan oknum LSM tersebut dan tanpa diimbangi oleh sumber pembanding, terutama Tersangka dan Korban, sehingga pemberitaan ini membangun opini bhw Tersangka sudah bersalah sebelum diadili;

Dampak opini yg mau dibangun lainnya dari pemberitaan ini adalah bhw Polres Sumenep seolah2 hebat karena berhasil mentersangkakan LSM yg selama ini ditakuti karena dikenal Sang Pembongkar Kasus. Egeknyg sangat mungkin juga dikehendaki dari pemberitaan tersebut adalah agar publik mencibir eksistensi LSM;

Luar biasa,,,!!! Tampaknya tujuan pemberitaan tersebut memang telah berhasil. Hampir pada semua group wa yg saya punya, mereka membully oknum LSM tsb. Bersalah belum tentu akan tetapi opini telah menyusutkannya,,,!!!;

Padahal, apabila dicermati dg seksama, sangat kelihatan sekali kalau kasus tersebut aneh sekali. Bagaimana mungkin seorang Kepala Desa yang hanya karena diancam akan dilaporkan ke kejaksaan mengenai pengerjaan proyeknya dinilai asal2-an bisa merasa takut kepada Oknum LSM tersebut;

Hot Line:  Program Prioritas Pengendalian Dampak Bencana Gempa

_Tidak masuk akallah_ ,,, _kalau Sang Kades merasa takut pengerjaan proyeknya akan dilaporkan, itu hanya berarti ada sesuatu yang hendak disembunyikan dari publik,,, pasti ada yg salah dengan pengerjaan proyek tersebut, kalau tidak salah mengapa takut dilaporkan,,,???_. _Dengan demikian, Penyidik harus mendalami temuan LSM ini serta motivasi pemberian uang oleh kades_;

Lebih lanjut, apa yg dilakukan Polres Sumenep yg bergagah2an membuat rilis media sangat tidak sebanding dengan kondisi aparaturnya sendiri yg menurut saya amat buruk;

Untuk yg saya sebut terakhir tadi, telah menjadi fenomena yg tidak terbantahkan bahwa _Polres Sumenep melindungi Kepala Desa Kalebbengan Kec. Rubaru yang terlibat dalam kasus pembunuhan pada tahun 2012 atau 7 tahun yg silam dimana Kades tersebut dinyatakan DPO padahal realitasnya Kades tersebut sejak tahun 2012 ada dirumahnya dan masih tetap aktif menjadi Kepala Desa_

Polres Sumenep bahkan begitu brutal kepada pihak yang diduga sebagai pelaku lain dalam perkara yang sama. Berlambat2 menangani perkara dan seolah masa bodoh dengan Kades Kalebbengan yang nyata terlibat dlm kasus tersebut, dan bahkan sepatutnya diduga sebagai Aktor Intelektual dibalik peristiwa Pembunuhan atas diri korban Jumaksir;

Apa makna yg tersimpan dari sikap Polres yg seperti di atas,,???;

Menurut beberapa ceramah yg pernah saya dengar dari beberapa Muballigh, penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan dapat disebabkan karena 3 hal, yaitu: HARTA, WANITA dan TAHTA;

1. HARTA; maksudnya mungkin karena Oknum Polres memperoleh sejumlah uang dari Kades tersebut, sehingga tak nyaman kalau diproses;

3. WANITA; maksudnya, ada pengaruh seorang wanita cantik jelita serta aduhai yg membuat Oknum Polres bergetar, sehingga karena atas permintaan wanita tersebut oknum Polres Sumenep tidak menjalankan kewajiban hukumnya;

Hot Line:  Kontra'SM Desak Polres Sumenep Ungkap Motif LSM Dijadikan Tersangka Kasus Pemerasan

3. TAHTA; maksudnya, Kades memiliki Kewibaan dan pengaruh kekuasaan yang luar biasa sehingga ada rasa segan dan takut kalau diproses hukum;

Dari ketiga faktor tersebut, silahkan dinilai sendiri apa yg menjadi motivasi Polres Sumenep mengenai perihal tersebut;

Kurniadi, SH saat menjadi kuasa hukum Madura United FC/Istimewa.

*) Advokad dan Mantan Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Anggaran Publik/LAPDAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here