Kerap Dicatut Advokat Nakal, Ketua Peradin Sumenep Berang

0
263
Hasan, Ketua Badan Pengurus Daerah ( BPD ) Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) wilayah Sumenep, Madura, Jatim

POLICELINE. Moh. Hasan, Ketua Badan Pengurus Daerah ( BPD ) Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) wilayah Sumenep, Madura, Jatim, yang juga menduduki ketua Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia (LPKP2HI) geram dengan banyaknya Advokat yang mencatut nama Peradin sewaktu beracara di Pengadilan.

Hal itu ia ungkapkan di sela-sela acara briving pengurus eksekutif Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum (LPKP2HI) pada sebuah hotel di Kabupaten Oku, Sumatera Selatan yang digelar beberapa hari lalu.

“Jangan coba-coba mengatasnamakan anggota Peradin kalau tidak mau bermasalah dengan hukum. Tidak ada Peradin lain selain Peradin yang diketuai Dr. Firman Wijaya SH. MH” tegas Advokat yang berkantor di Jl. Simpang Dukuh ( 1 ), Surabaya itu.

Bos pemilik dari tujuh (7) media cetak dan online ini juga menegaskan, Peradin merupakan satu-satunya organisasi Advokat tertua di Indonesia. Dan hingga saat ini hanya ada satu Peradin, tanpa ada Peradin tandingan.

Kendati demikian, pihaknya menyatakan masih memberi pintu lebar bagi Advokat yang selama ini bernaung di bawah label Perkumpulan Advokat Indonesia (Peradin), untuk bergabung dengan Peradin yang sah, yakni “Persatuan Advokat Indonesia (Peradin).”

“Rumah kami siap menampung anda, dengan tangan terbuka asal sesuai prosedur yang ada.” terangnya.

Banyaknya Advokat yang mengaku dari organisasi Peradin saat beracara, menurut Hasan berdampak pada elektabilitas organisasi yang di embannya.

“Tidak perlu mengaku-ngaku Peradin, Jika bukan keluarga besar Peradin, kalau tidak ingin berimplikasi hukum. Kasihan juga masyarakat dibohongi dengan mengaku-ngaku Peradin demi mendapatkan Trust (kepercayaan)” paparnya.

Hasan, Ketua Badan Pengurus Daerah ( BPD ) Persatuan Advokat Indonesia (Peradin) wilayah Sumenep

Hasan kembali menegaskan, bahwa pihaknya siap menerima rekan sejawatnya yang telah tersesat. Hal itu ia sandarkan pada visi dan misi utama Peradin yang konsisten membantu para pencari keadilan.

Hot Line:  Program Prioritas Pengendalian Dampak Bencana Gempa

“Yuk, segera tobat dan bergabung secara Gentleman dengan Peradin yang Sah,” pungkasnya.

A (aws/jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here