Policeline.co,Sumenep– Program Madrasah Diniyah (Madin) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep tanpa terasa sudah dua tahun berjalan sejak akhir 2016 silam.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Fajarisman mengatakan, sesuai aturan, semua anak didik sekolah dasar (SD) wajib diperintahkan dan diberikan Pendidikan Agama sesuai dengan kepercayaan masing – masing.

“Khusus anak sekolah dasar yang sekarang sudah terlaksana di kecamatan kota Sumenep, merupakan suatu bentuk pelajaran dan pengetahuan keagamaan yang cukup sejak usia dini,”ujarnya.

Lebih dari itu, Fajarisman berharap dengan adanya Madin, semua anak didik memiliki pengetahuan keagamaan yang cukup.

“Misalnya murid yang beragama islam diberikan tambahan membaca Al Qur’an, pengetahuan akhlak, fiqih dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sementara untuk siswa Non Muslim, kehadiran Madin bisa memberikan pelajaran tambahan sesuai dengan agamanya masing-masing di Madrasah atau sekolah dasar Katolik/Kristen (SDK).

Program Madin ini, lanjut Fajar merupakan suatu program wajib Pemerintah Kabupaten Sumenep yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Sumenep khususnya di kecamatan kota.

“Sehingga anak didik kita di luar jam sekolah, kita bisa memberikan suatu ilmu keagamaan dan pengetahuan yang sangat baik dan sempurna tentang aqidah keagamaan,” sambung Fajarisman menjelaskan panjang lebar.

Fajarisman juga menambahkan, Program madrasah diniah yang diwajibkan oleh dinas pendidikan bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus mempertebal rasa keimanan anak didik sejak usia dini.

“Pogram wajib belajar ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan. Jadi, untuk murid yang beragama islam sudah kami data keberadaanya. Makanya tidak usah repot-repot ke tempat yang jauh, karena untuk sekolah madrasah sudah ada disetiap tempat sesuai pemetaannya”, imbuh Fajarisman.

Pria yang murah senyum ini menambahkan, bahwa tahun depan akan ada penambahan madrasah diniyah di sejumlah kecamatan.

“Insya Allah tahun 2019 mendatang, Madin akan dikembangkan ke 10 kecamatan, karena dalam dua setengah tahun ini masih selesai satu kecamatan. Dan ini merupakan suatu program bertahap yang menjadi tugas Dinas pendidikan Sumenep,”jelasnya merinci.

Diakhir tanya jawab, Fajarisman menyampaikan harapannya, agar dengan hadirnya madrasah diniyah di Kabupaten Sumenep meningkatkan keimanan dan ketakwaan anak didik sejak dini.

“Jadi harapannya, dengan adanya madin di Sumenep tidak lain untuk membentuk anak didik kita disekolah dasar menjadi anak yang sholeh dan Solehah,” pungkas Fajarisman penuh harap. (fat/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here