Sumenep,Policeline.co – Upaya peningkatan produktivitas guna mendukung program ketahanan pangan terutama tanaman jagung adalah penyediaan air yang cukup untuk pertumbuhan tanaman.

Lebih lanjut, untuk menyiasati hal tersebut sehingga efisien dalam perluasan areal tanam dan peningkatan intensitas pertanaman harus secara optimal didalam pengelolaan air diantaranya harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran. Senin, (24/9/2018).

Pada kesempatan kali ini, guna untuk mendukung hal tersebut Sertu Thomas Nafulery Babinsa Talang melaksanakan pendampingan pertanian membantu pengairan tanaman jagung dilahan milik Bapak Rahmat di Dusun Ares Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur.

Dalam pendampingannya Sertu Thomas bersama warga binaan Pak Rahmat menggunakan mesin pompa air dan sistem pengairan dilakukan dengan mengalirkan air melalui parit yang berada di barisan jagung.

“Pengairan ini dibutuhkan guna untuk menjaga jagung agar tetap segar dan tidak layu dan kebutuhan air yang paling bagus saat jagung sedang berbunga mengingat akan lebih cepat tinggi tumbuhan jagungnya dibandingkan saat pertumbuhannya,” jelas Sertu Thomas.

Pada umumnya tanaman jagung ditanam pada lahan yang kering dengan cara multikultur, artinya ditanam bersama dengan beberapa jenis tanaman yang lain. Namun, penanaman jagung pada lahan kering ini tidaklah mutlak, sebab tanaman jagung juga dapat tumbuh pada lahan basah yang terdapat pengairan serta sawah tadah hujan.

Menurut Babinsa Talang Sertu Thomas Nafulery anggota Koramil 0827/06 Saronggi bahwa penanaman jagung dilahan milik Pak Rahmat tersebt menggunakan cara “Monokultur” yaitu menanami lahan hanya dengan satu jenis tanaman secara berselang seling, atau bergantian. Misalnya sekarang jagung, tahap yang kedua padi atau sebaliknya.

Penanamn dengan car ini sering disebut dengan istilah rotasi tanaman. “Rotasi tanaman pada dasarnya memiliki tujuan yang hampir sama dengan tumpang sari, hanya saja waktu penanaman yang berbeda maka pengambilan unsure yang ada dalam tanah juga bergantian,” jelas Babinsa Talang.

Tapi dengan cara bergantian pula unsur itu akan berkurang, sehingga diharapkan dengan penanaman yang bergantian, keseimbangan jumlah unsur-unsur dalam tanah juga tetap harus terjaga, “pungkas Sertu Thomas Nafulery”. (sur/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here