Sumenep (Policeline.co)- Bertempat di halaman MTs/MI Nurus Shaleh tepatnya di Desa Kropoh Kecamatan Ra’as telah dilaksanakan Upacara Pembukaan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Gudep MTs/MI.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.00, selesai pukul 08.45 WIB. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Komandan Koramil (Danramil) 0827/21 Ra’as Kapten Inf. Heri Suharminto. Sabtu, (8/9/2018).

Adapun pihak lain yang hadir pada kegiatan tersebut diantaranya Ketua Yayasan Nurus Shaleh Desa Kropoh Kecamatan Ra’as, Para Dewan Guru Pengajar di Yayasan Nurus Shaleh, Kepala Desa Kropoh Kec Ra’as, Anggota Pembina Pramuka Gudep MTs/MI Nurus Shaleh dan Para Peserta Persami (Murid MTs/MI Nurus Shaleh).

Pada sambutan yang disampaikan oleh Danramil 0827/21 Ra’as Kapten Heri Suharminto selaku Pembina atau Irup Upacara menyampaikan beberapa penekanan diantaranya tentang berdirinya Pramuka, Pentingnya kegiatan Pramuka dan Peran serta Pramuka dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Sejarah berdirinya pramuka di dunia dan Indonesia, berawal dari kiprahnya di negara Inggris. Pramuka menjadi organisasi yang berkembang secara internasional,” ungkap Kapten Heri dalam Sambutannya.

Berbicara mengenai kepramukaan di seluruh bagian bumi, orang-orang pasti mengaitkan dengan nama sesosok laki-laki tangguh. Namanya adalah Lord Robert Baden Powell of Gilwell. Beliaulah orang yang mendirikan gerakan Pramuka di dunia.

Namun kenyataan tersebut bukanlah hasil dari suatu rencana khusus yang disusun oleh Baden Powell. Karena kemanfaatan nyata Pramukalah, organisasi ini dapat diterima di seluruh dunia. Banyak sekali pengalaman pribadi Baden Powell yang memberikan kontribusi khas untuk gerakan Pramuka,” terangnya”.

Pramuka sangat penting untuk membentuk karakter pemuda bangsa. Pramuka memberikan pendidikan yang membentuk karakter, seperti kedisiplinan, kesopanan, patuh pada aturan, kreatifitas, dan kecakapan berpikir. Pramuka mengajarkan kecakapan dalam berpikir dan menggunakan cara-cara kreatif dalam mengatasi permasalahan.

Dalam pramuka juga diajarkan cara bertahan hidup dalam keadaan darurat, misalnya jika tersesat di hutan, pramuka mengajarkan cara menggunakan kompas dan peta, memahami tanda-tanda alam, survival, dan cara membuat bivak.

Sebagai sebuah organisasi kepemudaan yang mengedepankan nilai-nilai persatuan dalam kemajemukan, Pramuka hadir sebagai garda bagi anak-anak muda Indonesia untuk memperkuat kecintaan terhadap tanah air. Telepas dari sejarah Pramuka yang telah mendarah daging dalam dunia kependidikan di Indonesia, prinsip-prinsip dasar bernegara menjadi hal utama untuk menjadi sebuah pegangan bagi setiap warga Negara.

Ketika NKRI diterpa gonjang-ganjing isu yang bisa mengancam keutuhannya, Pramuka melalui Dasa Dharma dan Trisatya-nya senantiasa hadir sebagai pengawal keutuhan NKRI. Dengan semangat persatuan, eksistensi Pramuka tentu menjadi harapan bagi Indonesia untuk terus maju dan berkembang, “Pungkas Kapten Heri dalam mengakhiri sambutannya”.

Dalam kegiatan pelaksanaan pembukaan upacara Persami tersebut juga dilakukan penyematan tanda peserta perkemahan. Selesai menyampaikan amanat Kapten Heri Suharminto selaku Irup menyatakan Pembukaan secara resmi berkaitan kegiatan Persami dilaksanakan di Desa Kropoh Kecamatan Ra’as Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur. (sur/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here