Sumenep (Policeline.co)- Terlihat dengan penuh semangat Babinsa Desa Batubelah Timur membantu warganya menyiangi tanaman jagung yang mana kegiatan itu dilakukan dilahan milik Bapak Ibrahim yang tergabung di kelompok tani (Poktan) “Sinar Makmur” di Dusun Girgunung Desa Batubelah Timur Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur.

Penyiangan tanaman jagung yang dibatu langsung oleh anggota Babinsa Koramil 0827/12 Dasuk Sertu Hardono di lahan milik Bapak Ibrahim merupakan salah satu wujud bentuk pendampingan bidang pertanian dengan tujuan untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional, khususnya tahun 2018.

Tanaman jagung kelihatan mudah dibudidayakan, namun jika ditanam di tanah yang tandus dan humus, potensi kematian tanaman cukup besar. “Untuk menindaklanjuti hal tersebut maka diperlukan perawatan yang dimulai pada saat tanam sampai jagung tersebut tumbuh dan menghasilkan buah,” ungkap Sertu Hardono.

Jagung merupakan komoditi pertanian yang memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, “ujarnya”.

Untuk bisa menghasilkan panen yang optimal, perlu memilih benih unggul, bebas dari hama dan penyakit dan benih dapat tumbuh dengan baik. Penyiapan benih dilakukan dengan merendam benih kedalam fungisida, bertujuan agar tidak mudah terserang hama dan penyakit.

Dijelaskan oleh Babinsa Desa Batubelah anggota Koramil 0827/12 Dasuk bahwa, pembibitan dapat dilakukan dengan tiga cara, yakni diantaranya dengan memenuhi persyaratan benih, penyiapan benih, dan pemindahan benih. “Untuk pemindahan benih, dilakukan setelah perendaman sudah dilakukan lalu pindahkan ke lahan tanam,” terang Babinsa

Seperti halnya pada tanaman jagung, salah satu upaya peningkatan produktivitasnya adalah penyediaan air yang cukup. Hal ini berguna untuk pertumbuhan tanaman. Rabu, (5/9/2018).

”Pengelolaan air harus diusahakan secara optimal, yaitu tepat waktu, tepat jumlah dan tepat sasaran, sehingga efisien dalam upaya peningkatan produktivitas maupun perluasan areal tanam dan peningkatan intensitas pertanaman,” ulas Babinsa.

”Pengelolaan air harus diusahakan secara optimal, yaitu tepat waktu, tepat jumlah dan tepat sasaran, sehingga efisien dalam upaya peningkatan produktivitas maupun perluasan areal tanam dan peningkatan intensitas pertanaman,” ungkap

Komandan Koramil 06/Kertek Kapten Infantri Sutarto menyebutkan, anggotanya telah dibekali ilmu atau penataran-penataran pertanian yang diselengagarakan satuan Komando Atas. Tujuannya agar para Babinsa mengetahui seluk-beluk pertanian dan mensosialisasikan kepada petani warga binaan.

Kami sengaja terus menerjunkan anggota untuk membantu dan mendampingi para petani agar hasil panen mereka dalam program pajale yang digaungkan pemerintah benar-benar optimal, “pungkas Danramil”.(sur/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here