Jurnalis: Rahardja

Lampung (Policeline.co)–Aksi dugaan penipuan dan pungli dengan dalih mendapatkan ijazah Paket C makin marak terjadi di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung.

Warga Mesuji yang enggan di sebut namanya, mengaku terperdaya oleh Edi yang juga warga Mesuji. Pasalnya, Edi pula yang juga mengaku bisa mengurus proses ijazah paket C.

Warga Mesuji ini menceritakan, kurang lebih sekitar 1 tahun lalu memberikan uang sebesar Rp 3,juta kepada Saheri sebagai uang muka mendapatkan ijazah paket C.

Tapi, janji tinggal janji mengaku hingga kini ijazah ujian paket C yang dijanjikan itu tak juga didapat.

“Jangankan dapat ijazah, pemberitahuan untuk ikut ujian paket c saja belum pernah. Padahal uang muka sudah dikasih. Itu (uang muka) hasil jual kambing,” terang Warga Mesuji, Jumat (31/08/2018)

Ketika itu dirinya mendapat informasi dari salah satu warga, bahwa Edi bisa mengurus dan membuatkan ijazah paket C. Tak lama kemudian, katanya, ia berkunjung ke rumah Edi untuk meminta bantuan untuk dibuatkan Ijazah Paket C.

Waktu itu dia (Edi) meminta tanda jadi uang muka sebesar Rp 2’5 juta sebagai alasan untuk administrasi, dan kekuranganya jika ijazah sudah jadi. Karena biayanya ditafsir kurang lebih Rp 3 juta,” ujar .

Terpisah mengikuti Ujian Paket C (SMA/Sederajat) nampaknya tak semudah yang di bayangkan, pasalnya jika hendak mengikuti ujian paket C khususnya para peserta didik harus merogoh kocek sebesar 3, juta rupiah.

Seperti yang di sampaikan Edi, Salah satu penyelenggara PKBM saat di hubungi via handpone beberapa waktu lalu membenarkan bahwa pihaknya meminta Kepada peserta didik sebesar 3, juta rupiah kepada setiap peserta paket A, B, C sebagai administrasi untuk kegiatan Program Ijazah Paket.

Hot Line:  Dugaan Pungli Jembatan Timbang Terpadu, di Kawasan Mesuji Kian Meresahkan

Menurut edi, hal itu di lakukan mengingat dinas pendidikan provinsi lampung serta dinas pendidikan kabupaten mesuji. tidak menganggarkan anggaran khusus biaya untuk Penyelenggara paket Ijazah,,

“Yang kami ketahui, kami hanya menerima anggaran operasional untuk penyenggara paket itupun sangat minim, sementara pekerjaan di lapangan tidak semudah yang di bayangkan, minimnya anggaran ini justu akan berdampak kepada sistem Penyelenggara ijazah Paket, saat ini peserta Ijazah paket Ujian menggunakan laptop (sistem online), sementara kami penyelenggara PKBM tidak memiliki alat pendukung seperti Laptop dan komputer, kami harus meminjam ke sekolah lainnya dan itu menggunakan biaya,” ujarnya.

Tak hanya itu, imbuhnya lagi, para penyelenggara seperti setiap guru masing – masing Study mapel dan pengawas pun harus kami pikirkan. Termasuk para pejabat dinas pendidikan, itu juga menggunakan biaya, meskipun demikian pelaksanaan Paket Ini setiap tahunnya berjalan konduksif.

Di sisi lain, ketika di singgung apakah setiap peserta yang tidak memiliki dana masih tetap bisa ikut ujian serta surat Rekomindasi penarikan Dana maupun kwitansi pembayaran para serta , edipun menjawab bahwa silahkan saja yang tidak memiliki biaya ikut ujian nasional yang penting MOU-nya sesuai artinya anggaran yang di tetapkan sebesar 3,juta itu harus di bayar karena itu adalah anggaran yang harus kami gunakan untuk Penyelenggaraan Paket ijazah dan untuk masalah rekomindasi penarikan anggaran pun tidak ada dari dinas pendidikan Propinsi maupun kabupaten kita melakukan hal tersebut sesuai dengan sepakat para penyelenggara PKBM se-kabupaten mesuji, kata edi.

Selama ini, kami pihak PKBM menyelanggarakan paket di kabupaten Mesuji menggunakan sistem mandiri tanpa adanya anggaran dari pemerintah, kami rasa anggaran itu tidak begitu besar untuk penyelenggaraan ijazah Paket, paparnya.

Hot Line:  Dugaan Potongan Dana DAK dan Bansos di Lambar Mencuat

Sementara menurut Dona selaku kasi PNF dinas pendidikan kabupaten mesuji saat di hubungi via Handpone membenarkan adanya ujian paket yang di selenggarakan di masing masing PKBM di kabupaten mesuji, ketika di tanya terkait anggaran Ijazah paket Dona- pun enggan menjawab, “saya tidak mengetahui persis seperti apa prosesnya, kami hanya sub bidang pengawasan, jika ada yang melaksanakan ujian paket kami hanya datang sebagai pengawasan,” pungkasnya.

(rhj/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here