Kuasa Hukum AR:Pembunuh Bayi Pragaan Tak Ditahan Polres Sumenep, Kliennya Dirugikan!!!

0
968
Budi Ssmpurno, SH, kuasa Hukum Abdurrahman

SUMENEP, POLICELINE.CO–Budi Sampurno, SH, Kuasa Hukum Abdurrahman,Warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan Sumenep mempertanyakan proses hukum atas kliennya yang diduga menjadi korban kriminalisasi karena dipaksa oleh pihak oknum penyidik kepolisian untuk mengakui telah membunuh keponakannya yang masih berumur 35 hari.

“Malah kliennya saya dipaksa secara terus menerus untuk mengakui sesuatu yang tidak pernah dia lakukan, yakni soal tuduhan membunuh bayi yang tak lain masih ponakannya, ” demikian diungkap Budi Sampurno, SH kuasa Hukum Abdur Rahman kepada media ini, Selasa 21 Agustus 2018.

Anehnya lagi, lanjut Budi, pihak Polres Sumenep belum menangkap tersangka utama yakni seorang bocah berinisial BL yang masih berusia sekitar 12 tahun dan masih satu desa dengan pihak korban.

“Dalam konfrontir di Polres beberapa hari lalu, BL mengakui dirinya yang membunuh bayi itu. Tapi anehnya, Polisi kok malah menahan klien saya. Harusnya pelaku itu yang ditahan,” imbuhnya.

Budi Ssmpurno, SH, kuasa Hukum Abdurrahman


Pengacara kondang yang malang melintang Surabaya , Jakarta dan Manado ini juga memastikan, Bahwa sampai detik ini, kliennya Abdur Rahman tidak pernah mengakui tuduhan BL.

“Si BL (inisial, Red) itu pelakunya yang menbunuh bayi didalam rumah Abdur Rahman atau Ar. Si BL itu mengaku membunuh bayi karena disuruh klien saya, tapi klien saya menepis fitnah itu. Apa dasarnya pihak penyidik mentersangkakan klien saya, sementar pembunuh tunggalnya dibiarkan bebas berkeliaran alias tidak ditahan, ” papar Budi panjang lebar disalah satu rumah makan Sumenep.

Tak hanya itu, Budi Sampurno juga melihat kejanggalan lain, yang dipertontonkan pihak Polres Sumenep yang menangani kasus tersebut. Salah satunya adalah terkait motif pembunuhan bayi tersebut.

“Harusnya penyidik Polres itu menunjukkan adanya saksi yang melihat kejadian itu. Karena didalam rumah klien saya tidak ada seorangpun kecuali BL. Fatalnya lagi, penyidik tidak bisa menunjukkan apa motif dibalik pembunuhan bayi itu, ” tandasnya.

Hot Line:  Kemenag: Pengajuan Visa Umrah dan Umum ke Arab Saudi Dihentikan Hari Ini

Budi juga menyayangkan sikap berlebihan yang diduga sengaja dilakukan kepada kliennya. Salah satunya, pihak keluarga tidak diijinkan menjenguk Abdurrahman dengan alasan dilarang pihak atasannya.

“Keluarga dilarang menjenguk klien saya, karena ada oknum Polres yang bilang tidak dibolehkan karena dilarang oleh atasannya. Saya tidak tahu siapa atasannya yang diamaksud, “pungkasnya.

Sementara Hasan, salah satu keluarga Abdur Rahman mendesak agar pihak Polres Sumenep segera menyeret BL yang telah membunuh keponakannya.

“Kami berharap bela itu secepatnya d tahan, krn dia lah yg melakukan perbuatan sehingga mengakibatkan bayi dr kluarga kami meninggal,” ungkap Hasan Melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya, pihak Polres Sumenep melalui Kasubag Humas Ipda Agus Suparno karena Abdurrahman untuk kepentingan ilmu kanuragan.
http://www.terasjatim.com/polisi-ungkap-kasus-kematian-bayi-di-pragaan-sumenep/

Bukti screenshot

Berita terkait tudingan Abdurrahman memiliki ilmu kesaktian dengan cara membunuh bayi itu juga dibantah keras oleh yang bersangkutan melalui kuasa hukumnya. Bahkan Hasan, keluarga korban juga menganggap hal itu fitnah dan tidak berdasar.

“Tidak benar pernyataan itu, karena keluarga kami tidak bersalah dan tidak memiliki ilmu aneh-aneh seperti yang dituduhkan itu”,pungkasnya.

Hasan dan orang tua korban

(yan/fer)

Potongan Video Budi Sampurno, Kuasa Hukum Abdurrahman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here