POLICELINE.CO,SUMENEP–Fungsionaris Sumenep Police Watch (SPW) menyesalkan gertak sambal oknum LSM yang akan melaporkan kasus dugaan pengalihan proyek pengadaan lampu hias Dinas Perhubungan (Dihub) Sumenep yang hampir mencapai Rp 1 miliar.

“Persoalan ini sudah lama mencuat di media.Bahkan ada oknum LSM yang menggertak akan melapor ke Kejaksaan.Tapi, sampai sekarang laporannya tidak ada,” ungkap Achmad Karyono, MH, salah satu Fungsionaris Sumenep Police Watch (SPW) kepada Policeline.co,Selasa 1Agustus 2018.

Pihaknya mengaku siap menindak lanjuti hasil temuan LSM tersebut untuk di soundingkan dengan pihak aparat penegak hukum guna menelaah lebih jauh apakah benar ada dugaan pelanggaran yang merugikan keuangan negara.

“Kita sudah koordinasi dengan beberapa rekan ahli bidang proyek dan pengaadaan lampu hias profesional. Insya Allah masalah ini akan kita tindak lanjuti, ” imbuhnya.

Karyo menambahkan, sebelum pihaknya melaporkan kepihak penegak hukum, dirinya terlebih dulu akan Membaw persoalan ini ke DPRD sumenep untuk dilakukan hearing bersama pihak terkait.

“Tim kami sudah mempelajari persoalan ini. Intinya bagi tugas ada yang mempersiapkan pelaporan ke Kejari maupun Kejati Jatim. Sebagian lain berkoordinaai dengan pihak Legislatif untuk persiapan hearing.Tapi tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan aksi unjuk rasa, ” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek Pengadaan lampu hias di sepanjang Jalan Trunojoyo Kota Sumenep tahun anggaran 2013 diduga bermasalah dan sarat permainan.

Salah satunya terkait SK pejabat pengadaan barang yang diduga sengaja disembunyikan oleh pihak PPKo.

Bahkan dalam proses pelaksanaan proyek itu diduga ada permainan. Dimana pemenang lelang yang diumumkan oleh pihak LPSE saat itu pemenangnya adalah PT. Galang Cipta Utama yang sudah profesional. Tapi dalam praktiknya malah diduga dialihkan ke kontraktor lain yang hanya sekelas CV. Dan Hal itu diakui oleh Subiyakto,yang saat itu menjabat di LPSE.

Hot Line:  Muhammadiyah: Bakar Kalimat Tauhid itu Kebablasan

Sementara Agus, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Sumenep, saat hendak dikonfirmasi dikantornya sedang tidak ada. Menurut sejumlah pegawai Dishub, yang bersangkutan sedang ada rapat.

Namun saat dikonfirmasi melalui telpon genggamnya, Agus membenarkan adanya proyek pemasangan lampu hias di Jalan Trunojoyo. Bahkan dirinya mengaku sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPKo) melalui telpon genggamnya membenarkan adanya proyek pengadaan lampu hias tahun 2013 yang berlokasi di sepanjang jalan Trunojoyo, Kota Sumenep, Madura.

Namun ketika dikonfirmasi lebih jauh, terkait adanya dugaan permainan dalam proses tender, termasuk pemenang tender yang diduga didiskualifikasi sepihak, Agus malah menyuruh awak media konfirmasi ke pihak ULP Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

“Kalau pingin tanya siapa pemenangnya, ya tanya ke ULP bukan Dinas,Mas. (Kapasitas saya sebagai, Red.) PKKo (Pejabat Pembuat Komitmen, Red),”ujar Agus dengan melalui telpon genggamnya, Senin.

Ditempat terpisah, Subiyakto, mantan Pejabat Pengadaan Barang Dishub Sumenep, dikonfirmasi melalui telpon genggamnya justru tampak emosi. Menurut dia, dugaan permainan dalam proses lelang itu jelas ada permainannya.

“Saya tahu apa yang terjadi. saat itu yang jelas memenangkan tender dan sudah diumumkan oleh LPSE adalah PT. Galang Cipta Utama. Tapi sengaja diganti ke orang lain. Laporkan saja PPKo itu ke Kejati, ” ungkap Subiyakto, mantan Pejabat Pengadaan Barang Dishub Sumenep.

(arm/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here