Kasus Pembunuhan Bayi Pragaan Daya Diduga Salah Tangkap

0
1301

POLICELINE.CO,SUMENEP–Sejumlah warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan mendatangi Mapolres Sumenep untuk menjenguk keberadaan saudara mereka, yakni K. Abdurrahman yang dituding menjadi biang kematian seorang bayi, beberapa waktu lalu.

Kedatangan warga ini didampingi oleh seorang pengacara ternama, yakni, Budi Samporno, SH.Namun,kedatangan mereka ditolak oleh petugas jaga dengan alasan yang tidak jelas.

“Kami dilarang besuk,termasuk istrinya Kiai Hasan juga tidak perbolehkan. Disana ada tulisan tidak boleh besuk, tapi anehnya kami sudah mengantongi nomor antrian, ” terang Hasan, salah satu keluarga besar Kiai Abd Rahman saat berbincang dengan Policeline.co di Mapolres Sumenep, Selasa.

Moh Zulfan Khadimas Salam (Dimas),bayi yang masih berusia 35 hari itu ditemukan tewas di bak Mandi yang ada dirumah
K. Abd. Rahman,pada tanggal 11 Mei. Menurut pengakuan Juhariyah, pertamakali yang menyampaikan anaknya tidak ada adalah seorang anak berusia sekitar 11 tahun.

“Saya tidak yakin kalau Mas Rahman yang membunuh saya. Kami berharap agar pihak kepolisian mencari siapa dalang sebenarnya dibalik kematian anak saya, ” ungkapnya.

Sementara Budi Sampurno, Kuasa Hukum Abd Rahman menduga polisi salah tangkap.

“Kesimpulan sementara, saya menduga polisi salah tangkap. Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” ungkapnya.

Hingga berita ini diunggah, belum ada tanggapan apapun dari pihak Polres Sumenep.Bahkan Kasatreskrim AKP Tego Marwoto terkesan cuek alias tidak merespon. (yan/fer)

Hot Line:  4 Siswi SLTP Bakauheni Diduga Jadi Korban Perdagangan Anak
|Ferry Arbania|

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here