Rajia pekat yang dilaksanakan oleh dinas sosial sepasang kekasih tidak mau membuka pintu kamar kos kosannya pada saat tim razia Pekat (penyakit masyarakat) Dinas Sosial Pemko Tanjungbalai pada hari sabtu (12/5) sekitar pukul 02.30 wib pagi dini hari. Setelah pintu kamar kos kosan dibuka paksa oleh tim razia pekat, sepasang kekasih tersebut tidak bisa berkutik lagi.

Ternyata mereka berdua diduga usai menghisap sabu, hal tersebut terbukti dengan didapatinya plastik klip transparan bekas tempat sabu. Tim razia Pekat dipimpin langsung Plt Kadis Sosial Idris bersama gabungan dari kepolisian, Kesbang, Satpol PP Pemko Tanjungbalai dan Pomal TNI AL bergerak langsung menuju titik sasaran hotel kelas melati dan rumah kos kosan.

Tim razia Pekat Dinas Sosial Pemko Tanjungbalai ini tebang pilih dalam melaksanakan kegiatannya karna Tidak semua hotel kelas melati ataupun kamar kos kosan yang dirazia.

“Razia Pekat Dinas Sosial ini seperti main main pada saat melaksanakan rajia karna tidak ada satu orangpun yang terciduk pada saat rajia pertama yang dilaksanakan pada pukul 10:00 wib sampai jam 11:30 wib karna terbilang bocor kegitan rajia tersebut.

Banyak yang kita lewati penginapan dan hotel kelas melati, tetapi tidak dilakukan razia, malah penginapan yang tidak satu orangpun penghuninya yang dirazi, apa kegiatan ini hanya sebagai kedok untuk mencairkan anggaran yang bersumber dari dana APBD Tanjungbalai.

Sementara itu Kadis Sosial Idris mengatakan, tim razia Pekat Dinas Sosial berhasil mengamankan 11 orang dari berbagai tempat, dengan rincian 7 orang perempuan dan 4 orang laki laki.

“Dari 11 orang yang di amankan, diataranya sepasang kekasih didapati usai menghisap sabu. Setelah dilakukan tes urine keduanya positif. Setelah dilakukan pendataan dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi dan dengan jaminan keluarga masing masing dikembalikan kepada pihak keluarganya,” ujarnya.

Hot Line:  Kansilog Bulog Gunungsitoli, Serahkan Bansos

Sementara terhadap sepasang tersebut akan diserahkan kepada pihak BNN Tanjungbalai untuk proses secara intensif terkait dengan pengunaan narkotika terhadap pasangan selingkuh tersebut pungkas Idris.

(Ilhamsyah/Tgn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here