Sumenep (Policeline.co) – Komandan Kodim 0827 Sumenep Letkol Inf. Ato Sudiatna yang diwakilkan oleh Pasi Intel Dim 0827/Sumenep Kapten Cba M. Yuli Irawan bersama Kapolres Sumenep, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengutuk keras kejadian bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen. S Ik. SH, dengan didampingi oleh Kapten Cba M. Yuli Irawan selaku Pasiterdim 0827, Para Ulama dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Sumenep di Kantor Rruang Kerjanya.

Dari beberapa rangkaian kejadian Bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya Kapolres Sumenep bersama Kodim 0827/Sumenep, Ketua II MUI Kabupaten Sumenep serta Tokoh Masyarakat menyatakan “Deklarasi Mengutuk Anti Teror” yang digelar di Mapolres Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur. Senin, (14/5/2018).

Deklarasi Mengutuk Anti Teror tersebut dilaksanakan oleh Kapolres Sumenep yang diikuti oleh 8 orang diantaranya Kapolres Sumenep, Kodim 0827 Sumenep, Ketua II MUI kabupaten Sumenep, Kasubag Humas polres Sumenep, Salah satu Pengasuh Ponpes, Kasad bimas Polres Sumenep, Ketua MUI Kab. Sumenep, Toko Agama Kabupaten Sumenep yang

Dalam penyampaianya di Kantor Ruang kerja Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen. S Ik. SH, menyampaian, dengan beberapa kejadian yang terjadi di Surabaya dan melalui komunikasi pada saat ini saya selaku Kapolres Sumenep bersama pihak TNI yang mana Kodim 0827/Sumenep dan unsur terkait, para ulama serta tokoh masyarakat di Kabupaten Sumenep saya selaku Kapolres Sumenep mengajak untuk bersatu bersinergi bersama malakukan kerjasama guna mewujudkan khsusnya Wilayah Kabupaten Sumenep aman, tentram serta kondusif.

Satu hal yang perlu kita perhatikan dengan kejadian di Bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, apabila ada warga yang baru masuk diwilayah Kabupaten Sumenep khususnya harus ada pendataan atau di data. Orang atau warga bertamu dalam satu 1x 24 Jam harus kita ketahui, kesemuanya tersebut guna mewujudkan kenyamanan, ketentraman kondusifitas wilayah, dan satu hal lagi sampai saat ini kelemahan kita berada dalam UU, maka dari itu kita hanya bisa memantau saja. “terang Kapolres Sumenep”.

Hot Line:  Pasca Masa Panen, Babinsa Koramil 0827/16 Gapura Bantu Petani Jemur Padi

Adapun penyampaian dari Ketua MUI Kabupaten Sumenep Bapak KH. Dr. Safraji, mudah-mudahan bersama ulama, TNI – POLRI, Tokoh Masyarakat semua kita bisa antisipasi dengan adanya bom bunuh diri yang ada di Surabaya. Mari rapatkan barisan bersama kita kuat untuk melawan teroris.

Ketua MUI Sumenep, KH. Syafraji menyayangkan terjadinya insiden pengeboman di tiga gereja di Surabaya dan beliau mengatakan bahwa, “Itu bukan jihad, tapi itu bom bunuh diri yang mengajarkan untuk menyakiti, membunuh orang yang berbeda agama atau berbeda keyakinan dan berbeda keimanan,”

“Kami dari tokoh agama Kabupaten Sumenep ingin Indonesia bisa tetap tegak, tegar, aman dan damai serta kami mengutuk keras sekaligus melawan terosrisme. Kami percayakan pada aparat keamanan kepada pihak Polri khususnya untuk mengatasi terorisme,” ungkap dengan tegas KH. Dr. Safraji.

Penyampaian dari Pasi Intel Dim Kapten Cba M. Yuli Irawan, mewakili Komandan kodim 0827 yang intinya, berkaitan dengan kesemuanya tadi dalam hal ini kejadian Bom bunuh diri di Surabaya pada kesempatan pertama nanti kita bisa sosialisasi bersama masyarakat dan mengambil langkah yang berkaitan dengan bahan rakitan seperti bondet maupun bahan kimia lainya yang bisa berdampak meresahkan warga masyarakat.

Dengan adanya bahan rakitan (Bom atau Bondet) yang ada di Sumenep kita bersama mewaspadai, begitu juga bahaya radikalisme maupun perekrutan-perekrutan yang mengarah kejalan yang keliru.

Hadir Pada kegiatan “Deklarasi Mengutuk Anti Teror” yang dilakukan bersama di Mapolres Sumenep dihadiri oleh Kapolres sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen. S Ik. SH, Komandan kodim 0827 diwakili oleh Pasi Intel Dim 0827/Sumenep Kpt. Cba M. Yuli Irawan, Kasad bimas Polres Sumenep, AKP. Muhamad Haqkul, Kasubag Humas polres Sumenep, Iptu Mukit, Ketua MUI Kab. Sumenep KH. Dr. Safraji, Ketua II MUI Kab. Sumenep,
Haj. Jono, Pngasu Ponpres Arhuda Desa. Gedungan Kec. Kota Kab. Sumenep KH. Haji Ashadi, Toko masyarakat Kab. Sumenep.

Hot Line:  Komsos Sebagai Sarana Kebersamaan Babinsa Koramil 0827/18 Kangean Dengan Warga

Isi Deklarasi yang bibacakan oleh Ketua MUI Kabupaten Sumenep bersama unsur terkait diantaranya POLRI – TNI Para Ulama Kabupaten Sumenep, yang isi deklarasi;

“Assalamualaikum WR WB”.
Sahabat sahabat, saudara saudara, teman-teman dimanapun anda berada mewakili NU Cabang Sumenep, FKUB Sumenep dan MUI Sumenep serta masyarakat Sumenep mengutuk keras pengeboman 3 Gereja di Surabaya.
Itu bukan Jihad tapi itu bom bunuh diri yang mengarahkan untuk menyakiti, membunuh orang yang berbeda agama atau berbeda keyakinan dan berbeda keimanan.
Saudara-saudara, kerabat-kerabat kita, sahabat-sahabat kita yang berbeda agama, berbeda keimanan. Mereka adalah saudara-saudara kita kawan-kawan kita sahabat-sahabat kita yang satu dalam kemanusiaan karenanya NU Cabang Sumenep, FKUB Sumenep dan MUI Kabupaten Sumenep mengutuk dan mengecam keras pelaku pengeboman bunuh diri 3 Gereja di Surabaya. Mari kita bersama-sama lawan terorisme, bersama-sama kita hindari menyakiti sesama.
“Wassalamu Alaikum WR. WB”.

(sur/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here