Warga Lampung Ogah Pilih Calon Gubernur Koruptor

0
324

Jurnalis : Agus Rahardja
Sumatera Lampung (Policeline.co)–Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakin masyarakat Lampung tidak akan memilih calon gubernur Lampung di Pilgub 2018 mendatang yang menjadi tersangka.

“Saya kira masyarakat akan sangat cerdas untuk melihat apakah yang akan dipilih adalah orang orang yang terkait dengan kasus korupsi atau tidak,  ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta,”

Pasalnya, salah satu calon gubernur Lampung Mustafa yang diusung Partai Nasdem,  PKS dan Hanura di tahan KPK,  karena dugaan penyuapan yang dilakukan pemkab Lamteng kepada DPRD setempat.

Meskipun dirinya sudah di tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan oleh KPK,  namun Mustafa yakin akan terpilih dalam pesta demokrasi rakyat tersebut.

Menangapi hal tersebut Febri mengatakan jika masyarakat berpikir tentang masa depan daerahnya, mau tidak mau masyarakat harus memilih pemimpin yang benar-benar bisa menyejahterakan rakyat.

Adapun pemimpin yang menyejahterakan rakyat, kata Febri, salah satu cirinya tidak memiliki rekam jejak korupsi.

“Kami percaya masyarakat sangat cerdas dan tidak bisa dibohongi dengan slogan-slogan politik saja, apalagi ketika KPK melakukan proses hukum penetapan tersangka sampai penahanan, berarti sudah diduga keras orang itu pelaku tindak pidana, buktinya sudah sangat kuat,” kata dia.

Sebelumnya, Mustafa yakin partai pendukung akan setia memberi dukungan meski dia telah menjadi tahanan KPK.

Hal itu dikatakan Mustafa sebelum menaiki mobil tahanan KPK. Mustafa baru selesai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta, Jumat.

 Mereka (partai pendukung) akan terus berjuang, karena melihat arus bawah di Provinsi Lampung ada keinginan kuat menginginkan saya menjadi gubernur,  ujar Mustafa.

Sebelumnya,  Mustafa ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

Hot Line:  Panwas Temukan Bagi-Bagi Susu Kaleng dan Kaos Bergambar Bacagup Lampung

Mereka diduga memberikan suap ke Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga dan anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto.

Suap tersebut untuk memuluskan langkah Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah meminjam dana sebesar Rp 300 miliar kepada salah satu Badan Usaha Milik Negara, PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). 

(gus/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here