Gembong Narkoba Sumenep Tak Terlacak, Pasutri Kena Garuk Polisi Lagi

0
266

POLICELINE.CO–Pasangan Suami Istri (Pasutri) Miswati (40) dan Nuryadi (33) asal Ares Tengah, Desa Totosan, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur memang kompak.

Sayangnya, mereka kompak bukan untuk hal positif, tapi malah kompak menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Keduanya ditangkap Satreskoba Polres Sumenep, Selasa (20/2/2018) sekira pukul 18.30 WIB.

“Tersangka kami tangkap di pinggir jalan raya depan warung Desa Batang-Batang Laok,” terang Kabag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukid, Rabu (21/2/2018).

Mukid menerangkan, penangkapan berdasar pada informasi dari masyarakat bahwa terlapor memang sering bertransaksi dan mengedarkan sabu di wilayah Kecamatan Batang-batang.

Maka petugas langsung melakukan penyelidikan terhadap  terlapor,  Kemudian menerima informasi bahwa terlapor Miswati berada dipinggir jalan raya Desa Batang-batang Laok, tepatnya didepan sebuah warung sendirian.

“Setelah dianggap positif petugas langsung melakukan penangkapan disertai penggeledahan,” jelasnya.

Dan ternyata benar, dari tangan terlapor ditemukan barang bukti satu poket/kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu berat kotor ± 1,04 gram yang disimpan pada sebuh tas yang dibawa terlapor Miswati. 

Setelah di interogasi, terlapor mengakui bahwa sabu tersebut adalah miliknya dari hasil membeli kepada seseorang bernama Yusi, berlamat Sokobanah, Kabupaten Sampang.

“Lalu petugas langsung melakukan pengembangan dan melakukan penangkapan terhadap, Nuryadi dirumahnya di Desa Totosan,” bebernya.

Saat diinterogasi, pria beralamat asli Desa Krajan Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten Jawa Tengah itu mengakuinya memang bersama istrinya membeli sabu ke Yusi di Sokobanah dan mengedarkannya kembali.

Kata Mukid, dari tangan tersangka Mukid, diamankan barang bukti berupa satu poket/kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu berat kotor ± 1,04 gram, sobekan plastik warna merah dan aobekan kertas tisu warna putih sebagai bungkus sabu, serta tas ukuran sedang bergambar Angry Bird warna merah kombinasi hitam sebagai tempat menyimpan Sabu.

Hot Line:  BNN Lampung Lumpuhkan Bandar Shabu Lintas Provinsi

“Juga HP merk Samsung warna Gold bersilikon warna hitam dan sepeda motor merk Honda Vario Nopol: B 4885 TKL warna hitam. Sedangkan dari terlapor Nuryadi, hanya disita HP merk Nokia warna hitam bersilikon warna merah,” tukasnya.

Akibat perbuatannya, keduanya terancam pengetrapan pasal 114 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (1) Subs Pasal 132 ayat (1) UU Nonor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(rls/mmc/res)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here