15 Pria Berpakaian Preman “Ngaku” Polisi Geledah Mobil Warga Tanpa Alasan Jelas

0
413

Jurnalis: Sulistya
BANDAR LAMPUNG, POLICELINE.CO– Ishar, salah satu warga di Jalan Soeta Panjang, Bandar Lampung, mengaku didatangi sekitar 15 pria yang mengaku petugas Polisi. Anehnya, semua pria yang mengku polisi tersebut semuanya berpakaian preman.

Anehnya lagi menurut Ishar, saat belasan pria yang mengku polisi itu justru tidak bisa menunjukkan surat penggeledahan.

“Mereka datang kerumah dan langsung menggeledah mobil saya. Saya tanya surat penggeledahan,mereka malah tidak ada yang merespon,”ungkap Ishar kepada Policeline.co biro Lampung, Senin 18 Februari 2018.

Ishar menerangakan, belasan pria berpakaian preman itu datang dengan mengendarai tiga unit mobil pribadi, bukan mobil kepolisian.

” Ada 3 mobil tiba tiba berhenti tidak jauh dari kendaraan yang saya parkir didepan rumah saya, kisaran 15 orang, ada petugas dari Polsek Panjang juga kayaknya,”papar Ishar menjelaskan.

Ishar mengaku sangat dirugikan dan merasa dipermalukan kepada tetangganya. Ironisnya lagi, dari belasan pria yang mengaku polisi, bahkan ditengarai ada oknum terlibat dalam aksi penggeledahan yang diduga tidak prosedural tersebut.

“Tindakan oknum petugas polisi yang menggeledah mobil saya patut disayangkan, karena eberapa kali saya tanyakan ada apa kok menggeledah mobilku, mereka malah bungkam dan tidak ada yang mau memberikan penjelasan. Terus terang saya sangat dirugikan. Mereka telah membuat saya malu kepada tetangga, ” tandasnya menyayangkan.

Dijelaskan Ishar, ulah belasan pria berpakaian preman itu mengundang gaduh tetangga korban.

” Hingga banyak orang menilai negatif dengan penggeledahan mobil saya tanpa jelas persoalannya. Malah mereka ada yang memfoto kendaraan Grand Max saya, termasuk ke nomor mesin dan rangkanya. Anehnya, saat ditanya ada apa kok mobilku digeledah, mereka malah tidak menjawab. Mereka juga tidak menunjukkan surat perintah tugasnya. Sama sekali tidak ada etika sopan santunnya.” Ujarnya jengkel.

Hot Line:  Brigadir Eko dan Bripda Dori, Kalian Merusak Citra Polri

Salah satu dari petugas dikatakan ishar mengirimkan foto foto mobilnya melalui hp,dan setelah itu tanpa basa basi mereka pergi begitu saja.

” Karena penasaran dan rasa jengkel diperlakukan seperti itu saya datangi kantor Polsek, kata petugas disana bilang kalau mereka hanya back up petugas dari Polres Pesawaran saja terkait adanya laporan pencurian sapi dan kendaraan yang digunakan. Infonya Grandmax, dengan dalih masuk wilayah hukum mereka”, pungkasnya.

Sementara pihak Kapolsek saat hendak dimintai konfirmasi dikantornya sedang tidak ada ditempat.

(tya/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here