Pelanggan PLN Prabayar di Pesisir Barat Kecewa

0
505

Pelanggan PLN Prabayar di Pesisir Barat Kecewa

Jurnalis:Sulistya

SUMATERA, LAMPUNG (POLICELINE.CO)–Banyak Masyarakat pelangan PLN di Kabupaten Pesisir barat keluhkan KWH prabayar yang tak dapat di isi ulang token alias belum diaktivasi oleh PLN setelah lama terpasang. seperti diutarakan samsul warga Pekon Sukamaju, Kecamatan Ngaras.

” Waktu pertama dipasang ada pulsanya berkisar 400 lebih tidak sampai 500, setelah hampir 2 minggu ini masih ada sekitar 100 lagi, ngga bisa saya isi ulang tokennya, ngga tau kenapa”ujarnya

menurut keterangan seorang nara sumber yang enggan disebutkan namanya, kondisi itu disebabkan karena masih ada kekurangan berkas administrasi yang jadi kewajiban pelanggan yakni Sertifikat laik operasi(SLO).

“Karena merek sudah setor biaya pemasangan dan memang ada permintaan dari pihak Pemkab maka kwh bisa dipasang, tapi berhubung belum ada SLOnya maka belum diaktivasi” jelasnya.

Sebelumnya nara sumber bernama Buto mengungkapkan perihal maraknya SLO bodong yang beredar di Pesibar berbarengan dengan turunnya 1272 unit kwh tahun 2017 lalu ,tersebar di 11 kecamatan ,114 pekon di Pesibar.

” SLO terbitan oknum mintra PLN sepengetahuan oknum dari pemkab setempat disinyalir bodong semua, itu sebabnya banyak kwh terpasang tapi belum diaktifkan” ungkap Buto. (07_02_018).

Dia juga menyarankan untuk mempertanyakan ke kantor penanaman modal dan pelayanan satu pintu setempat kalau mau bukti SLO bodong yang mengatasnamakan pihak Jasrindo selaku pihak penerbit SLO.

Lebih lanjut Buto mengatakan bahwa oknum oknum yang telah merugikan pelanggan PLN tersebut dalam pelaksanaan kerjanya hanya berdasarkan sistem tunjuk oleh pihak Pemkab alias tanpa kontrak kerja sebagaimana mestinya.

” Saya dengar mereka ribut (kepala badan penanaman modal dan pelayanan satu pintu dan direktur mitra PLN ) dan jon edwar menanyakan surat bukti kontrak kerja resmi oknum mitra PLN itu ,ternyata dia tidak bisa menunjukkan, dia hanya bilang dia adalah pihak yang mendapat penunjukan langsung dari Pemkab” paparnya lg.

Hot Line:  Ketua DPRD Tak Bernyali Kritisi Bupati Mesuji

Hal itu dibenarkan ketua Jasrindo Lampung, Iman pada Polisiline ketika dihubungi melalui telepon selulernya (12_02_018).

“Saya juga sudah dengar ada yang menerbitkan SLO dengan mengatasmamakan Jasrindo ada sekitar 85an,hanya saja saya belum mendapatkan bukti otentik,tapi saya sudah pesan dengan pihak PLN pada desember jangan dulu ditoken kalau belum ada konfirmasi kesaya”jelasnya.

masyarakat pelanggan hanya tahu dengan pihak PLN, tidak tahu dengan mitranya untuk segala hal yang berkaitan dengan perlistrikan. Tapi sayangnya pihak PLN rayon Liwa terkesan menutup informasi ke masyarakat ketika dikonfirmasi sistem pengawasan terhadap kinerja mitra PLN .

” Tolong tunjukan dulu surat tugas yang menjelaskan penugasan langsung untuk konfirmasi ke kami, baru kami akan menjawab” jawab Ari, supervisor tehnik PLN rayon liwa melalui telepon selulernya.

(tya/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here