“Solidaritas Islam Indonesia Untuk Kashmir ” Demo Kedubes India

0
484

JAKARTA (POLICELINE.CO)– Sekitar 1000 Massa yang mengatasnamakan diri “Solidaritas Islam Indonesia Untuk Kashmir” menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) India mengecam Kejahatan kemanusiaan International, yang berlangsung sejak tahun 1947–2018.

Azam Khan, Korlap Aksi dari Solidaritas Islam Indonesia Untuk Kashmir menerangkan, bahwa hingga saat ini klKashmir tetap diduduki oleh teroris India kurang lebih mencapai 70 tahun. Padahal, lanjut Azam yang jiga Advokat kawakan ini, sudah beberapa kali PBB mengeluarkan resolusi dan hak memilih rakyatnya untuk bergabung dengan India atau pakistan (plebesid,Red.).

“Dan faktanya, rakyat kashmir yang mayoritas Muslim memilih bergabung dengan Pakistan. Namun India tetap tidak nengindahkannya, tetap membantai, membunuh, menculik,” ungkap Azam Khan kepada Policelihe.co,Senin 5 Februari 2018.

Kedholiman lain yang diterima rakyat Kashmir berupa pemerkosaan dan membunuh anak-anak tak berdosa.

“Mereka jura di penjara tanpa ada prizes hukum. Semua kebiadaban yang diterima rakyat Kashmir ini, semua luput secara sengaja tidak diliput oleh Press international sehingga dunia tidak nengetahuinya,” imbuh Azam sambil mengucap takbir.

Pihaknya mencatat ada sekitar 100 ribu rakyat khasmir dibunuh dan jutaan rakyat Kashmir disiksa tanpa memiliki tempat tinggal, karena diteror dikejar-kejar oleh kependudukan India.

” Kekejian ini mungkin lebih keji dari Rohingya Palestinian. Bahkan Nazi. Sekali lagi mohon kiranya para media dan masyarakat beserta Sahabat yang perduli pada kejahatan kemanusiaan international. Khususnya rekan-rekan wartawan, Jurnalis, para awak media baik TV, Cetak, media online dan radio,.”harap Azam panjang lebar.

Massa pengunjuk rasa dari SOLIDARITAS ISLAM INDONESIA UNTUK KHASMIR ini juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah India melalui Kedubesnya di Indonesia.

“Tuntutan kami supaya teror kemanusiaan dan tinggalkan segera kashnir oleh kependudukan India yg anti perdamaian,” papar pengacara asal Kota Sumenep ini.

Hot Line:  AZAM i-center Rayakan Pergantian Tahun Dengan Santuni Anak Yatim

Azam menilai, kejahatan kemanusiaan di Kashmir sudah sangat terang benderang dan hal tersebut dimaknai juga sebagai kejahatan International terhadap rakyat Kashmir yang tak berdaya.

“Dan kami juga menuntut agar kejahatan tersebut dipertanggung jawabkan secara Hukum International. Bisa saja dianggap penajahat perang walau tidak mengangkat senjata.Namun pembantaian yang terjadi bisa dikatagorikan penjahat Perang,” pungkasnya.

(Ferry Arbania/PoliceLine)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here