Tanah Ambles Radius 500 Meter, Warga Kulonprogo Terancam

0
255

POLICELINE.CO- Hujan deras yang mengguyur Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta menyebabkan tanah ambles sepanjang 500 meter di Dukuh Gerpule, Desa Banjarhajo, Kecamatan Kalibawang. Kondisi tersebut mengancam keselamatan empat kepala keluarga karena kedalaman tanah ambles mencapai 25 meter.

Retakan tanah sebenarnya terjadi sejak dua tahun lalu. Penyebabnya sama, yakni hujan deras yang mengguyur tetapi retakan yang terjadi tidak sedalam saat ini. Hujan deras, Sabtu 3 Februari 2018 membuat retakan tanah atu ambles menyerupai sepatu kuda menjadi cukup dalam.

“Pergerakan mulai muncul November lalu saat hujan deras. Kemarin bertambah parah,” ucap Jemadi salah seorang warga.

Jemadi mengaku, retakan tanah yang terjadi kemarin diikuti dengan suara gemuruh sangat keras. Dia mengatakan, saat itu sedang berada di lokasi kejadian bersama pedagang petai. Mendengar gemuruh tersebut dia segera lari ke tempat aman.

“Sempat muncul uap dan air dalam tanah, pohon pada bertumbangan,” ujarnya, di Kulonprogo, Minggu (4/2/2018).

Akibat kejadian ietu rumah milik Widodo (53), Sugeng Raharjo (54), Ngatinem (75) dan Jemdi yang baru pindah dua bulan lalu terancam. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo segera merelokasi ke tempat yang lebih aman.

Selain keluarga Widodo, keluarga Ngatinem sempat mengungsi. Rumah keduanya berada persis di samping retakan tanah. Apabila terjadi longsor, dipastikan anggota keluarga yang berada di kedua rumah tersebut terancam dan sulit untuk dievakuasi. Bahkan, Widodo mengaku kembali mendengar suara gemuruh Minggu (4/2/2018) pagi.

“Semalam keluarga saya mengungsi takut ada longsor susulan,” kata Widodo.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Gusdi Hartono mengatakan, sudah menganalisa fenomena tersebut. Namun, tindakan yang akan diambil masih dalam proses pengkajian sesuai dengan hasil analisa lapangan.

Hot Line:  Pencari Rumput ditemukan Tewas

“Kami kaji untuk menentukan bentuk penanganan yang tepat,” kata Gusdi.

Dia menegaskan, terpenting saat ini warga sekitar meningkatkan kewaspadaan di tenagh kondisi yang tidak menentu. Termasuk, kata dia, turunnya hujan dengan intensitas tinggi sangat mungkin terjadi.

“Untuk relokasi rumah warga, perlu ada perhitungan,” katanya.

(inews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here