Dana Bantuan Bedah Rumah Disunat, Dinsos Pesibar Terancam Masalah

0
299

Jurnalis:Sulistya
POLICELINE.CO–Dinas Sosial ( Dinsos ) Kabupaten Pesisir Barat ( Pesibar) ,diduga kuat melakukan pemotongan dana bantuan program bedah rumah tahun anggaran 2016.

Informasi itu disampaikan masyarakat penerima bantuan yang tergabung dalam beberapa kelompok kepada Cak Nur dan tim investigasi independent.

” Penyaluran dana bantuan melalui rekening masing-masing kelompok atau perorangan ternyata tidak menutup celah bagi oknum oknum Dinsos untuk melakukan kecurangan” kata Cak Nur didampingi timnya.

Elyati bendahara salah satu kelompok penerima bantuan bedah rumah mengungkapkan bahwa dia dan ketuanya Rosmala ditelpon oknum Dinsos bernama Yuli saat pencairan dana bantuan di Bank penyalur bantuan di Liwa. Dia mengaku diperintahkan untuk segera menghadap ke Dinas Sosial.

“Saya sempat ribut mulut waktu itu saat mereka minta kami menyerahkan uang 150 juta yang baru saja kami ambil , kami bersikeras tidak mau menyerahkan karena ituķan tanggung jawab kami selaku ķetua dan bendahara kelompok, tapi karena dia bersekukuh mau uang itu ya akhirnya kami serahkan juga” tutur elyati pada Polisiline.co, Sabtu kemarin 03 Februari 2018.

Dia, menambahkan dari total bantuan sebesar 15 juta PER-KK, hanya 12 juta saja yang diberikan olehYuli oknum Dinsos .dan ada 2 orang penerima bantuan dalam kelompoknya yang sampai hari ini tidak menerima bantuan tersebut.

Kadisos Pesibar, Marzuki dijelaskan Cak Nur ketika ditanyai prihal sunatan uang bantuan bedah rumah tahun 2016 itu menyatakan suatu hal yang tidak mungkin bila terjadi pemotongan, karena pengiriman bantuan langsung ke rekening kelompok penerima bantuan.

” Bantuan itukan langsung kerekening mereka,tidak mungkin kami melakukan pemotongan, lagi pula itu sudah lama,kenapa baru sekarang menjerit?!” Ujar Marzuki .

Menindak lanjuti hasil temuan mereka, Cak Nur dan team telah membuat laporan secara tertulis ke Kacabjari Lambar di Krui .

Hot Line:  Dugaan pungli berkedok ijazah paket C mencapai milyaran rupiah

” Kami sudah melaporkan dugaan pungli dan mark up yang dilakukan oknum Dinsos Pesibar ke cabang kejaksaan negeri Lambar di Krui ,kita tunggu saja bagaimana respon selanjutnya dari pihak penegak hukum atas laporan kami tersebut,”pungkasnya.

[Tya/Fer]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here