POLICELINE.CO– Sebanyak 13 oknum polisi direkomendasikan untuk dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sepanjang tahun 2017.

“Selama setahun terakhir, Polda Sulsel telah merekomendasikan 13 anggota untuk dilakukan PTDH,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel, Kombes Pol Riko Sunarko yang ditemui di ruang kerjanya, kemarin sore.

Kombes Pol Riko Sunarko menyebutkan bahwa dari ke 13 oknum polisi di jajaran Polda Sulsel hingga saat ini telah mengeluarkan Skep (Surat Keputusan Kapolri) sebanyak sembilan orang. Sementara, untuk empat oknum lainnya masih dalam proses karena telah mengajukan banding.

Riko menambahkan dari sembilan anggota Polda Sulsel yang dipecat, enam diantaranya merupakan pelanggaran kode etik disersi atau meninggalkan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri. Sementara untuk tiga oknum polisi terlibat dalam pelanggaran peredaran narkoba.

“Empat oknum polisi masih melakukan banding. Dua kasus asusila atau perselingkuhan di lingkup Polri dan juga dua kasus disersi,” jelasnya.

Riko menegaskan, sesuai arahan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, bahwa anggota Polri yang terlibat dalam peredaran narkoba merupakan pelanggaran berat dan diarahkan untuk pemecatan.

“Kebijakan Kapolri sudah jelas, untuk anggota Narkoba diarahkan PTDH khususnya pengedar atau penjual narkoba,” tegasnya.

Meski demikian ada beberapa kasus yang menjadi atensi Kapolri untuk diarahkan pemecatan seperti kasus Curanmor, Curat dan Curas serta tindakan asusila ditubuh kepolisian.

(Illank/Rapormerah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here