3 Orang Terjaring OTT Saber Pungli

0
479

Jurnalis : Agus Rahardja
POLICELINE.CO,LAMPUNG- Jajaran Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Lampung, menggelar Konferensi Pers dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tiga orang yang diduga telah melakukan tindakan pungutan liar ditingkat pekon dengan mengatasnamakan dari berbagai lembaga tinggi negara, di Mapolsek Pesisir Tengah, sekitar Pukul 17.00 WIB kemarin.

 Dari Tiga orang terduga tersebut yakni Erlaini (47) warga Dusun Induk Merakbatin RT/RW 001/001 Kelurahan Merakbatin Kecamatan Natar, Yusnaida (51) warga Jln. Pagar Alam No. 153 RT/RW 001/Kelurahan Segalamider Kecamatan Tanjungkarang Barat, dan Naswirman yang merupakan driver mobil rentalan.

Dalam pemaparannya, Kasat Reskrim Polres Lampung Barat (Lambar), AKP. Rizal Effendi, menjelaskan bahwa penangkapan tiga orang tersebut bermula dari keresahan para peratin atas tindakan dua orang yang melakukan tindakan menakut-nakuti para peratin dalam melakukan pungli untuk kepentingan pribadi.

“Dalam aksi yang dijalankan saat ini yang sudah teridentifikasi didua kecamatan yakni Kecamatan Pesisir Selatan dan Kecamatan Krui Selatan,” ujar Rizal.

Dilanjutkannya, dari hasil identifikasi dimaksud pihaknya sudah berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) sejumlah uang Rp12.750.000 dari total Rp24,5 juta yang merupakan hasil dari pemerasan ditingkat pekon didua kecamatan.

“Untuk Kecamatan Pesisir Selatan yakni Pekon Biha sebesar Rp5 juta, Pelitajaya Rp5 juta, Tanjungsetia Rp3 juta, Tanjungjati Rp5 juta, Tulungbamban Rp1 juta, dan Pagardalam Rp1 juta, sementara untuk untuk Kecamatan Krui Selatan yakni Pekon Balaikencana Rp3 juta, Pekon Sukajadi Rp3.050.000,” paparnya.

Dijelaskannya, dalam memperlancar aksinya dua orang pelaku mengatasnamakan dari Lembaga Tingggi Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara (PIN) RI, dengan dibantu satu orang supir mobil rentalan untuk membantu ke pekon-pekon yang dituju.

Hot Line:  HotLine: KPK OTT Kepala Daerah di Jawa Timur

“Mereka juga mengikutsertakan lambang-lambang lembaga tinggi negara guna memperlancar aksinya. Termasuk jumlah kunjungan yang juga terjadi di kabupaten lain di Provinsi Lampung,” jelasnya.

Masih kata Rizal, para pelaku memainkan modus dengan cara menaku-nakuti terkait beberapa program pembangunan dan terkait pembuatan sertipikat Prona. “Aksi para pelaku memang sudah terstruktur dengan baik, karena para pelaku juga melakukan tindakan jual beli bayi yang masih kami dalami,” kata Rizal.

Rizal memastikan status ketiganya akan ditetapkan setelah pemeriksaan intensif 1×24 jam kedepan. “Setelah 1×24 jam pasti akan kita tetap sebagai tersangka, setelah digelar pemeriksaan secara intensif. Selain uang BB yang sudah diamankan yakni beberapa kartu identitas dari berbagai lembaga tinggi dan media, yakni satu unit mobil Suzuki Ertiga dengan Nopol BE 2622 CX,” imbuhnya.

Dia menandaskan ketiganya dijerat dengan Pasal 368 tentang pemerasan dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun. “Dari ketiga orang yang diamakan memang salah satunya adalah warga Pesibar yang bisa jadi penunjuk jalan untuk menuju lokasi yang sudah ditargetkan,” tandasnya.

“Kedepan kami mengimbau agar jika siapa saja menemukan hal-hal serupa untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian, TNI, atau kejaksaan, maupun instansi lainnya,” pungkas Rizal.

Dalam konferensi Pers tersebut juga dihadiri Kapolsek Pesisir Tengah, Danramil Pesisir Tengah, Kacabjari Krui, dan Inspektur Pesibar. 

(gus/fat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here