POLICELINE.CO– Polisi Sampang, Madura, Jawa Timur, meringkus dua orang yang mengaku bisa melakukan penggandaan uang dan mampu mengobati segala macam penyakit termasuk strok, saat melancarkan aksi tipu muslihatnya di Desa pengereman, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.

Masing-masing Omang Abdul Soma (25), warga Kelurah Suka Melati, Kecamatan Cikicing, Kabupaten Majelengka, Jawa Barat, dan Abdul Holik (32), warga Dusun Tabanah, Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

“Dua pelaku ini punya peran yang berbeda. Omang Abdul Soma berperan menjadi ustad yang mampu menyembuhkan segala penyakit yang instan serta mampu menggandakan uang, sedangkan Abdul Holik sebagai pembujuk untuk merayu korban,” ucap Kabag Ops Polres Sampang, Kompol Syaiful Anam, Selasa, 19 Desember 2017.

Menurut Syaiful Anam, saat melakukan ritual penggandaan uang, kejadian nahas itu terungkap.

“Uang yang asli ini ditukar dengan potongan kertas. Dan secara tidak senagaja, korban yang sebelumnya hanya memegang sejumlah potongan kertas yang diikat tali tiba-tiba membukanya,” ceritanya.

Beranda Madura Bangkalan
MaduraBangkalanBerita UtamaNasionalSampang
Dua Orang Pengganda Uang asal Jabar dan Bangkalan Diringkus di Sampang
19, Desember, 2017

Omang Abdul Soma (25) dan Abdul Holik (32) di Mapolres Sampang. (muhlis)

SAMPANG, koranmadura.com – Polisi Sampang, Madura, Jawa Timur, meringkus dua orang yang mengaku bisa melakukan penggandaan uang dan mampu mengobati segala macam penyakit termasuk strok, saat melancarkan aksi tipu muslihatnya di Desa pengereman, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.

Masing-masing Omang Abdul Soma (25), warga Kelurah Suka Melati, Kecamatan Cikicing, Kabupaten Majelengka, Jawa Barat, dan Abdul Holik (32), warga Dusun Tabanah, Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

“Dua pelaku ini punya peran yang berbeda. Omang Abdul Soma berperan menjadi ustad yang mampu menyembuhkan segala penyakit yang instan serta mampu menggandakan uang, sedangkan Abdul Holik sebagai pembujuk untuk merayu korban,” ucap Kabag Ops Polres Sampang, Kompol Syaiful Anam, Selasa, 19 Desember 2017.

Hot Line:  Ngeri, Warga Kelurahan Sukaraja Jadi Korban Begal

Menurut Syaiful Anam, saat melakukan ritual penggandaan uang, kejadian nahas itu terungkap.

“Uang yang asli ini ditukar dengan potongan kertas. Dan secara tidak senagaja, korban yang sebelumnya hanya memegang sejumlah potongan kertas yang diikat tali tiba-tiba membukanya,” ceritanya.

Pelaku ini kemudian diringkus oleh kades setempat. Kejadian tersebut terjadi pada Senin, 11 Desember. Saat itu pula pihak kades langsung menghubungi polisi. “Pelaku ini serahkan waktu itu juga oleh kades setempat,” ujarnya.

Masih kata Syaiful Anam, pelaku mengaku dapat menambahkan nol dan juga bisa tergandakan selama dua hari. “Dia membujuknya bahwa pernah menyembuhkan orang di Sumenep yang terkena penyakit strok dan pernah mengganadakan uang korban yang terbelit utang hingga Rp 2 miliar sehingga butuh uang sebesar Rp 3 miliar. Hanya dua hari utang itu terlunasi,” imbuhnya.

Sementara Omang di hadapan awak media mengaku hanya seminggu tinggal di Bangkalan. Sebelumnya hanya berjualan kerudung. “Tidak menggunakan mantra, hanya rayuan. Biasanya korban memberikan uang Rp 5 juta, tapi yang di Ketapang memberikan uang Rp 150 juta,” tuturnya.

Akibat kejahatan yang dilakuan, Omang dan Abdul Holik terjerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

(MUHLIS/RAH/KOMA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here