Jurnalis : Agus Rahardja

POLICE LINE: Iklim tropis Dahlia masih mengancam perairan selat sunda, Otoritas syahbandar dan PT ASDP Indonesia Ferry cabang Merak-Bakauheni telah membuka pelayanan di tiga dermaga dengan jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 22 unit secara bertahap sejak Jumat (1/12/2018) pagi.

Sebanyak 22 kapal yang beroperasi itu merupakan kapal ukuran besar dengan bobot rata-rata di atas 15.000 Grosston (GT).

“Kapal yang kita operasikan kapal ukuran besar, seperti KMP Port Link yang memiliki daya angkut mencapai 150 kendaraan golongan IV ke atas,” kata General Manager PT ASDP cabang Merak Fahmi Alweni kepada wartawan, Minggu (3/12/2017).

Meski sudah membuka jalur penyeberangan, ujar Fahmi, ASDP tetap berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk KSOP serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Apabila cuaca kembali ekstrem, maka penyeberangan Merak-Bakauheni akan ditutup kembali, sebab kami tetap memprioritaskan keselamatan dan keamanan bagi pengguna jasa yang akan menyeberang,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Anton Murdiantono, GM PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni. Menurutnya berdasarkan surat edaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Nomor 110/XI/DN-17 tanggal 27 November 2017 hingga Minggu (3/12/2017), akan terjadi cuaca ekstrem dengan tinggi gelombang 6-7 meter serta hujan lebat di perairan Samudera Hindia Selatan Banten hingga selatan Jawa Tengah dan Selatan Jawa Timur.

“Sejak Jumat (1/12/2017) pukul 08.00, layanan penyeberangan kembali dibuka, dengan mengoperasikan 3 dermaga dan mengerahkan kapal-kapal ukuran besar untuk mengangkut kendaraan dan penumpang yang tertahan pascapenghentian sementara operasional sejak Kamis (30/11/2017) sore,” kata Anton.

(gus/fer/***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here