POLICELINE.CO–VISIT.CO.ID | Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin meminta Propam menindaklanjuti dugaan praktek pungli pembuatan surat izin mengemudai (SIM) di Tulangbawang yang sangat meresahkan masyarakat.

Dirlantas Polda Lampung, Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin, yang diwawacarai, pada Selasa (28/11/2017), mengatakan pihaknya tidak segan-segan menindak oknum polisi di Polres Tulangbawang yang melakukan pungli perihal pembuatan SIM atau lainya melalui Propam dengan memberikan sanksi jika terbukti melakukan pungli, karena membuat resah masyarakat.

“Jika terbukti, maka oknum dari kepolisian tersebut harus segera diberikan sanksi kedisiplinan, bahkan sanksi tegas, apakah itu, pangkatnya Bintara atau perwira kalau menabrak rambu, ya harus disemprit, sebelum nama institusi itu makin rusak,” kata Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin dalam keterangnnya kepada Jakarta daily, Selasa Siang (28/11)

Kemas mengatakan bahwa SIM adalah tanda bukti legitimasi kompetensi, alat kontrol dan data forensik Kepolisian bagi seseorang yang telah lulus uji pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk mengemudikan kendaraan bermotor di jalan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, salah satunya mengikuti ujian-ujian sesuai dengan SOP dan UU.

“Pembuatan SIM itu harus sesuai dengan SOP atau undang-undang yang berlaku, jangan menabrak aturan, masih maraknya pembuatan SIM tanpa teori dan praktek hal tersebut tertuang melalui UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta, Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ini bisa kita tindak sesuai peraturan,” kata dia.

Dari pemantauan Jakarta daily, selain dugaan pungli, adanya dugaan pembuatan SIM hanya dengan menyerahkan foto dan KTP juga sangat marak terjadi di Polres Tulangbawang.

Hot Line:  Dilaporkan Terima Suap Perkara, Perwira Menengah Polda Jateng Malah Dapat Jabatan Kapolres

Hal tersebut diakui beberapa Warga salah satunya warga Unit II Tulangbawang, pihaknya mengatakan membuat SIM sangatlah mudah, hanya menyerahkan foto ukuran 10 R dan KTP kepada oknum polisi yang bertugas di lokasi pembuatan SIM Polres Tulangbawang dengan biaya cukup mahal hingga Rp700 ribuan untuk SIM C atau SIM A.

“Buat SIM hanya dengan menyerahkan KTP sama foto ukuran 10 R pagi, sore sudah jadi bisa diambil, cuma memang agak mahal biayanya,” ujar warga yang tak mau disebutkan jatidirinya.

Dia juga mengatakan awalnya, dia ditawari bahwa ada oknum polisi yang bisa mengurus pembuatan SIM tanpa harus hadir ke Polres, syaratnya hanya menyerahkan KTP dan foto ukuran besar. “Enggak apa mahal asal enggak ribet mondar mandir, tinggal terima beres,” ujarnya.

[Agus Rahardja]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here