Kapolri Tito Karnavian: Densus Antikorupsi Bukan Lembaga Baru

0
485

POLICELINE.CO– Jakarta – Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menjelaskan, Detasemen Khusus Antikorupsi (Densus Antikorupsi) bukanlah lembaga baru. Satuan ini hanya peningkatan dari Direktorat Tindak Pidana Korupsi, yang kini berada di bawah Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

“Ini yang salah kaprah dari teman-teman media bahwa ini lembaga baru. Bukan. Ini hanya peningkatan eselon saja di dalam Polri,” kata Tito Karnavian setelah rapat kerja bersama Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2017.

Tito menuturkan Densus Antikorupsi tidak akan mengganggu kewenangan instansi penegak hukum lain, seperti kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut dia, Densus Antikorupsi sama seperti satuan lain yang telah mengalami peningkatan, seperti Densus 88 Antiteror dan Korps Lalu Lintas.

“Lalu lintas dulu namanya Dirlantas, (sekarang) menjadi Korlantas, (dipimpin) jenderal bintang dua. Densus 88 sekarang (dipimpin) jenderal bintang dua, dulu bintang satu, namanya Direktorat Antiteror,” tuturnya. Peningkatan eselon ini, kata Tito, agar koordinasi dan kinerjanya lebih baik. “Itu sebetulnya yang diharapkan dari Polri.”

Usul pembentukan Densus Antikorupsi belum mendapatkan persetujuan dari pemerintah. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan pemerintah belum menyetujui usul tersebut dengan pertimbangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 segera diputuskan dan perlunya pendalaman lebih jauh.

Tito mengatakan Polri akan melaksanakan apa pun yang diputuskan pemerintah. Selain itu, sikap Komisi Hukum DPR mirip dengan hal yang disampaikan Presiden Joko Widodo. “Yang kami kerjakan sekarang adalah pokja (kelompok kerja). Ini akan kami rapikan kembali, kami akan bicarakan kembali lebih detail. Setelah itu, kami akan laporkan kepada Menkopolhukam,” katanya.

AHMAD FAIZ/TEMPO.CO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here