Babinsa Bantu Petani Lakukan Penyemprotan Hama Tanaman Padi

0
105

SUMENEP,POLICELINE.CO – BABINSA 0827/06 Saronggi Serda Bustanudin ikut membantu penyemprotan hama padi milik Bapak Halim dengan luas lahan 1.4 hektare di Dusun Nangger Desa Kambingan Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. Jum’at (1-2-2019)

Agar diperoleh hasil yang maksimal dibutuhkan tehnik penyemprotan dengan cara yang tepat dan dalam pembudidayaan atau pemeliharaan tanaman pangan khususnya tanaman padi, perlunya perhatian secara khususnya tentang cara perawatan, pemupukan dan pengendalian hama tanaman.

Babinsa 0827/06 Saronggi Serda Bustanudin mengungkapkan, waktu yang tepat untuk menyemprot tanaman padi adalah saat mulut daun mulai terbuka. Cairan pestisida akan lebih mudah diserap oleh tanaman hingga masuk ke dalam lapisan jaringan. Hama yang menyerang tanaman padi akan dapat segera mati ketika mencoba memakan bagian tanaman.

“Waktu yang tepat dan disarankan untuk melakukan penyemprotan adalah pada pagi hari pukul 09.00 Wib dan sore jam 15.30 Wib, saat mulut daun terbuka,”tegasnya.

“Menyemprot tanaman tidak melulu harus keseluruhan bagian tanaman, cukup dibawah permukaan daun, karena disinilah letak mulut daun berada,”tutur Sertu Sutrisno.

Danramil 0827/06 Saronggi Kapten Inf Sutrisno mengungkapkan, tanaman padi merupakan komoditas utama di indonesia. Dalam perawatan tanaman padi, membutuhkan teknik-teknik dan strategi khusus. Terlebih ketika tanaman padi mulai diserang hama dan penyakit.

“Untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit, maka dibutuhkan teknik menyemprot tanaman padi yang tepat dan benar,”ujarnya.

Kapten Inf Sutrisno menyampaikan, agar proses penyemprotan hama padi ini berjalan dengan cepat, dirinya memerintahkan para Babinsa untuk membantu para petani melakukan penyemprotan. Teknik penyemprotan adalah salah satu kegiatan dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman padi.

“Penyemprotan sekilas tampak mudah dan bisa dilakukan oleh siapapun, tetapi karena bahan-bahan penyemprotan membutuhkan banyak campuran yang terkadang mengandung racun, maka tidak boleh dilakukan secara sembarangan,”ungkapnya. (yud/fer)

Hot Line:  Inilah Daftar 25 Orang Meninggal Dunia dan 18 Luka Dalam Kecelakaan Bus Parawitasa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here