Kontrak Kerja Diputus KPA, PT. Putra Bungsu Parseoan Ajukan Keberatan

0
173

Gunungsitoli, (PoliceLine) – Pemutusan Kontrak kerja oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Bina Marga Bina Konstruksi Gunungsitoli, Provinsi Sumatera Utara pada Paket Pekerjaan Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Jalan Lolowua-Dola di Kabupaten Nias, kontraktor pelaksana PT. Putra Bungsu Parseoan keberatan.

Abdul Haris Mendrofa, Direktur PT. Putra Bungsu Parseoan melalui stafnya, Hamdani Mendrofa kepada wartawan via selularnya, Senin (31/12 menyebut bahwa keterlambatan penyelesaian pekerjaan bukan karena kelalaian maupun kesalahan pihak PT. Putra Bungsu Parseoan selaku pelaksana.

“Hal ini diakibatkan, Pertama, Robohnya/ ambruknya jembatan darurat di Kecamatan Gido Kabupaten Nias, dan akibat keadaan alam dengan curah hujan tinggi, sehingga mengakibatkan aktifitas kendaraan yang dilintasi tidak dapat berjalan lancar untuk mengangkut material pengaspalan (Hotmix). Kedua, Curah hujan yang tinggi pada bulan September – Desember sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak berjalan dengan lancar, hal tersebut dibuktikan sesuai dengan surat yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Kalimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Binaka Gunungsitoli (BMKG) No. ME.401/443/GSI/XII/2018 tanggal 18 Desember 2018, untuk itu hari ini, 31 Desember kita samapaikan pernyataan keberatan kepada Kepala UPT Bina Marga dan Bina Konstruksi Gunungsitoli ” Jelas Hamdan.

Sambung Hamdan, Kami menilai bahwa tindakan Kepala UPT selaku Kuasa Pengguna Anggaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan Gunungsitoli tidak sesuai prosedur dan melanggar ketentuan-ketentuan kontrak perjanjian yang telah disepakati bersama.

“Kontrak berakhir pada 18 November 2018, karena belum selesai maka di adendum hingga 40 hari atau jatuh pada 27 Desember 2018. Hal tersebut telah disepakati bersama dihadapan notaris bahwa pekerjaan tersebut mampu diselesaikan, demikian juga pihak penyedia material membuat pernyataan tertulis mampu memenuhi kebutuhan material” Kata Hamdani.

Hot Line:  Heboh, Siswi Melahirkan di Toilet Sekolah

Untuk diketahui, Paket pekerjaan dimaksud merupakan pekerjaan pengaspalan hotmix dan bangunan pendukung senilai 7,5 miliar lebih.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak UPTD Bina Marga Bina Konstruksi Gunungsitoli. (az)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here