Tuduh TNI-Polri Pakai Bom Udara, KKB Egianus Kogeya Merengek Minta PBB Kirim Pasukan ke Papua

0
207

POLICELINE. Akun Facebook (FB) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memposting sebuah video.

Dalam video berdurasi 1.14 menit tersebut terlihat seorang kombatan TPNPB mengenggam selongsong peluru yang ia klaim bom udara.

Dikutip dari akun facebook TPNPB, Jumat (14/12) dalam keterangan postingan, TPNPB mengklaim militer Indonesia tak berhenti melakukan serangan bom udara di Kabupaten Nduga, Papua.

“Ini adalah bukti bom yang diturunkan dari udara mengunakan helikopter,” tulis postingan akun fb TPNPB.


Dalam postingan, TPNPB juga meminta agar dikirim pasukan PBB ke Irian Jaya.

Sedangkan seseorang yang memegang yang diklaim bom tersebut mengklaim aparat keamanan menganiaya warga setempat.

Menyoal apa yang diklaim oleh TPNPB merupakan bom udara itu salah besar.

Benda yang dipegang itu adalah granat 30mm dan 40 mm dari pelontar granat GP30 M203 yang jamak digunakan oleh pasukan infantri dalam pertempuran.

Pelontar granat jenis lain yang digunakan oleh aparat TNI-Polri ialah SAGL kaliber 40x46mm buatan Bulgaria dan masih banyak lagi.

Lebih konyolnya lagi, postingan lain TPNPB menunjukkan bom yang ternyata itu adalah granat asap White Phosporus.

Terlebih pada pernyataan Menko Polhukam Wiranto, beliau mengatakan dalam usaha penangkapan KKB Egianus Kogeya, TNI-Polri hanya gunakan pelontar granat dan senapan api.

Wiranto juga menegaskan TNI-Polri tak akan gunakan bom udara dalam meladeni ajakan perang KKB Egianus Kogeya.

“Kalau bom dijatuhkan dari udara, ini dilontarkan dari senapan. Jadi jangan sampai ada berita simpangsiur,” kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/12).

Nah, bom udara yang mungkin dimaksud oleh KKB Egianus Kogeya layaknya JDAM atau Paveway ialah seperti gambar di bawah ini :

Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Paveway sering digunakan oleh tentara Amerika Serikat (AS) untuk membom tanpa ampun dan tak peduli menyoal HAM ketika memberangus gerakan teroris macam Taliban, Al-Qaeda, ISIS dan musuh-musuh AS lainnya.

Sementara itu Egianus Kogeya juga memberikan pernyataannya di akun FB TPNPB.

Ia meminta pemboikotan Pilpres 2019.

Hot Line:  Medan Yang Sulit Tak Jadi Penghalang Satgas TMMD 105

“Boikot Pilpres 2019,” ujar Egianus.

“Jadi dengan tegas bahwa, saya sampaikan bahwa Gubernur Papua dan gubernur Papua Barat dan Bupati-bupati dan DPRD dan DPD tidak boleh kasih suara untuk pemilihan presiden 2019.” tambah Egianus.

Dalam video pernyataan itu, Egianus juga tidak meminta uang, bangunan, pemekaran kabupaten dan pembangunan jalan namun minta dilepas oleh NKRI.

“Saya minta pengakuan dilepas oleh NKRI, dipisah oleh NKR, Papua harus merdeka,” tutup Egianus.

(ban)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here