Dana BSPS Sukarame Diduga Terjadi Pemotongan Hingga Rp 60 juta

0
74

PoliceLine.co.Teknis mentransfer dana bantuan kepada masyarakat penerima bantuan menjadi sorotan banyak kalangan, karena diduga menjadi bancakan oknum tertentu.

Salah satu temuan wartawan di Kelurahan Sukarame, Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, muncul dugaan terjadinya pungli dalam proses pencairan bantuan, seperti hasil croscek dan pengakuan beberapa warga masyarakat, khususnya penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya(BSPS) dikelurahan setempat.

Pengakuan sejumlah penerima bantuan BSPS menyebutkan adanya oknum lurah yang diduga kuat telah membokongi peraturan yang dikeluarkan Kemen PUPR nomor 07/PRT/M/2018 tentang BSPS .

Tahap awal , seperti sosialisasi sampai proses pembuatan rekening atas nama warga penerima bantuan, dijelaskan mereka(penerima bantuan) segala sesuatunya masih berjalan normal sebagaimana mestinya. Sayangnya setelah proses memasuki tahapan pencairan dana bantuan yang senilai 15 juta/kk kondisi mulai tidak sesuai aturan alias kacau.

” Setelah rekening jadi segala urusan diurus sama pak lurah semua,buku rekening kami juga dipegang sama dia,kami tidak tau menau lagi bagaimana kelanjutannya tau-tau datang saja bahan matrial kerumah” aku seorang warga yang minta tidak disebutkan namanya.(6/12).

Dari hasil penelusuran mendalam kemudian diketahui adanya 2 nota dari toko matrial yang sama untuk setiap penerima bantuan ironisnya dengan muatan daftar barang serta nominal yang cenderung sangat berbeda ketika dicocokkan. Satu nota asli sedangkan lainnya adalah nota yang diduga telah direkayasa .

Dalam dugaan nota belanja rekayasa nilai barang digenapkan mencapai Rp.12.500.000 sedangkan yang asli nilainya bervariasi, sesuai dengan jenis barang dan harga riil yang diterima penerima bantuan.

Tragisnya lagi seperti dipaparkan penerima bantuan “din” oknum lurah yang dimaksud juga patut diduga telah memangkas jumlah bantuan yang seharusnya diperuntukan penuh bagi pembangunan rumah warganya sebesar 1 juta per/orang.

Hot Line:  Sumpah Putra Mantan Presiden Yaman

“Hal itu disampaikan secara terbuka kekami semua yang dapat bantuan waktu kami dikumpulkan di aula balai kelurahan, kata dia minta ikhlasnya kami untuk uang satu juta itu, ya kami ga bisa bilang ga boleh namanya kami ini merasa sudah dibantu ya mau gimana lagi” papar nara sumber tersebut disaksikan sejumlah warga lainnya yang ikut membenarkan.

Sementara pihak Lurah Sukarame saat dikonfirmasi terkesan memberikan klarifikasi yang membingungkan. Bahkan terkesan mengeluarkan ancaman menarik BSPS dengan alasan warga penerima seolah-olah tidak tahu berterima kasih atas upayanya dalam menpayakan bantuan tersebut.

Lurah Sukarame menampik tudingan miring yang dialamatkan ke pihaknya.

“Informasi itu tidak benar. harusnya mereka berterima kasih yang tadinya masih tinggal sama orang tua sekarang sudah punya rumah sendiri. saya bisa saja membatalkan bantuan ini dan minta mereka mengembalikan uang itu kalau begini ” ujarnya dilansir Policeline.co, Jum’at 7 Desember 2018. (Sulistya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here