Sumenep Diguncang Kasus Dugaaan Pelecehan Seksual, 8 Murid Jadi Korban Guru Cabul

0
1785

PoliceLine.Dugaan kekerasan ‘seksual’ pada anak bawah umur atau yang masih berstatus siswi sering terdengar di wilayah hukum Kabupaten Sumenep, Madura, Jatim.

Kasus terakhir yang masih hangat dan sedang dalam pendampingan Lembaga Konsultasi Kesejehteraan Keluarga (LK3) Kabupaten Sumenep adalah pelakunya diduga oknum guru honorer salah satu sekolah menengah di Pulau Masalembu, Sumenep.

Korbannya adalah muridnya sendiri di lembaga tempat pelaku mengajar. Mereka ada yang sudah duduk di kelas tiga dan kelas dua.

Kasus dugaan kekerasan ‘seks’ ini terungkap berawal dari tiga keluarga korban yang berani melaporkan pada aparat kepolisian.

Kasus dugaan kekerasan ‘seks’ tersebut sudah dilaporkan ke Polsek setempat dan diteruskan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep.

Lembaga Konsultasi Kesejehteraan Keluarga melakukan pendampingan dan pembinaan para korban dugaan kekerasan ‘seksual’ (Foto. Istimewa)

Lembaga Konsultasi Kesejehteraan Keluarga (LK3) Kabupaten Sumenep, Nurul Sugiyati membenarkan jika pihaknya sedang melakukan pendampingan pada korban dugaan kekerasan ‘seksual’ tersebut.

“Proses berjalan mas, kami mendampingi. Memang perlu dukungan semua pihak agar semuanya terungkap sesuai fakta hukum,” ujar Nurul Sugiyati kepada awak media.

Menurutnya, bukti-bukti awal yang dapat digali oleh penyidik adalah tetesan cairan putih yang diduga ‘mani’ pelaku yang melekat pada salah satu pakaian korban.

“Ada delapan korban yang sudah terdata. Bisa saja masih ada korban lain yang menimpa pelajar disana,” ucapnya.

Saat ini, para korban itu mengalami trauma dan perlu mendapat perlindungan dan pendampingan. “Kondisi kejiwaan korban shock,” jelasnya.

Dari data yang digali wartawan, pelaku sudah dilakukan pemanggilan oleh penyidik untuk dikonfrontir. Namun, terlapor tidak mengakui perbuatannya.

Penyidik kembali melakukan pemanggilan kedua tanggal 6 November 2018, namun terlapor tidak mengindahkan panggilan penyidik PPA Polres Sumenep.

Nurul Sugiyati yang juga konselor di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak & Keluarga Berencana Pemkab Sumenep ini berharap, pengungkapan kasus dugaan kekerasan ‘seksual’ terungkap dengan tuntas.

Hot Line:  Hampir 2 Bulan Kasus BBM Gersik Putih, Polres Sumenep Belum Seret Satupun Tersangka

Pelaku kekerasan ‘seksual’ itu sudah jelas perbuatan melawan hukum dan melanggar Pasal 82 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Jangan sampai kasus ini tidak ada ujung hukumnya,” tandasnya.

(pmc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here