Warganet: Kalo Gak Niat, Ngapain Nyari Korek?

0
187

POLICELINE.CO– Tiga anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang membakar bendera hitam berlafaz tauhid diputuskan tidak terjerat hukum. Pasalnya, unsur pidana berupa niat jahat atau mens rea tak terpenuhi.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jenderal Polisi Arief Sulistyanto mengatakan, tiga orang tersebut membakar bendera yang dianggap bendera Hizbut Thahrir Indonesia (HTI) secara spontan. “Karena spontan, tidak ada niat jahat dari Banser saat melakukan pembakaran,” kata Arief di Markas Besar Polri, Jakarta, Jumat (26/10).

Arief menjelaskan, polisi telah melakukan penyelidikan menyeluruh dalam rangkaian peristiwa pembakaran bendera yang terjadi di Peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Senin (22/10). Dari hasil penyelidikan pada panitia, diketahui dalam acara resmi tersebut hanya boleh membawa bendera merah putih.

Namun, lanjut Arief, seorang pria bernama Uus membawa bendera tersebut. Banser kemudian menanyakan pada Uus alasan membawa bendera tersebut. Menurut Arief, Uus menyatakan bendera tersebut adalah bendera HTI.

Sehingga, Banser pun menyuruh Uus meninggalkan lokasi, tanpa bendera yang ia bawa. Bendera hitam itu pun dibakar Banser. Menurut Arief, sebelum membakar, pelaku pembakaran bahkan sempat mencari-cari dahulu korek. “Spontanitas Banser ini ditunjukkan dengan tidak ditemukannya alat pembakar (korek),” kata Arief. Ia mengatakan, pembakaran itu dilakukan Banser agar bendera tidak digunakan lagi, sesuai aturan acara.

Dengan tidak adanya unsur niat jahat itu, maka gugurlah unsur pidana yang menjerat tiga anggota Banser. Untuk diketahui, dalam suatu pidana, harus dipenuhi dua unsur yakni actus reus atau fisik perbuatan pidana, dan mens rea atau niat motif melakukan pidana.

Reaksi Warganet

Dari kolom komentar di berita di atas yang tayang di laman Republika, sejumlah warganet bereaksi atas pernyataan pihak kepolisian itu.

Hot Line:  7 Mahasiswa Tewas Tertimpa Longsor

Prasojo Tyas Hardja Pawira: “Kalo gak niat ngapain nyari korek…ta pikir2 ak po ya sek edan.”

Ahmad Eka Putra: “Mau nanya, kalo mau masuk kepolisian ada psikotest nya gak ya?”

Sementara warganet lainnya menilai pernyataan kepolisian itu tidak bisa diterima akal sehat.

Adjie Rahardi Afaaf: “Kok kyk berasa gagal gue sekolah tinggi tinggi baca berita beginian… Ampun dah..” melalui akun Facebooknya, Jumat (26/10)

(kl/swa/era)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here