Proyek pembangunan Gardu Induk 150 KV Desa Bataal Barat Ganding Dihentikan Pemilik Tanah

0
453

Sumenep (PoliceLine.co)– Proyek pembangunan gardu induk 150 kv Desa Bataal Barat,Kecamatan Ganding,Sumenep,Madura, Jawa Timur dihentikan paksa oleh pemilik tanah dengan alasan adanya lahan milik warga yang ikut dibangun oleh pihak PLN.

Waris (40) salah satu ahli waris langsung mencangkul pekarangan proyek sisi selatan dan bagian tengah yang dianggap sebagai haknya.

“Sengaja kami datang ke proyek pembangunan gardu induk ini, karena kami merasa punya hak atas sebagian tanah yang dapat dipertanggung jawabkan,” ujar Waris, salah satu ahli waris pemilik tanah yang saat ini dijadikan tempat membangun proyek.

Pantauan MaduraExpose.com dilokasi, keluarga besar dan ahli waris pemilik lahan didampingi seorang kakek bernama Mohar Pak Adnan (75) yang menjadi saksi hidup kepemilikan tanah tersebut.

“Saya tahu persis tanah ini punya kakeknya Waris. Dulu, sebelum tanah kami dijadikan proyek gardu, banyak kebun bambu, tapi malah ditebang secara sepihak, ” paparnya.

Siang hari sekitar pukul 11.30 wib, sempat terjadi diskusi alot antara pihak ahli waris yang didampingi aktivis LSM dan Media ini. Tiba-tiba muncul Sekdes Bataal Barat dan mengajak semua pihak untuk membicarakan masalah hak tanah tersebut di kantor Kecamatan. Sekdes itu berjanji akan mempertemukan denganp pihak Camat,Kades dan PLN.

“Namun setelah sampai di Kantor Kecamatan Ganding, kami hanya ditemui pegawai Kecamatan. Camat, Kades dan pihak PLN tidak tampak batang hidungnya,” demikian Ridho, salah satu aktivis yang mendampingi korban, Kamis 25 Oktober 2018.

Karena kecewa dan merasa dipermainkan, akhirnya tim investigasi bersama pemilik tanah meminta ijin Sekdes dan pihak Perusahaan, yang dalam hal ini Pak Juna, Pelaksana PLn dari PT Rekadaya mempersilahkan, apabila pihak ahli waris yang merasa dirugikan untuk menguasai lahan mereka.

Hot Line:  Korban Tsunami Lampung Mencapai 64 Orang Meninggal dan 258 Luka-Luka

“Setelah mendapat ijin, kami mendampingi ahli waris langsung pasang patok tanah dengan menggunakan bambu yang kemudian diberi tanda cat merah,” ungkap saksi mata di lokasi. (Ferry Arb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here