OTT di Dinas PUPR, Bupati Bekasi : Demi Allah Saya Tidak Tahu

0
261

Policeline.co–Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin mengaku terkejut mendengar kabar sejumlah pejabat dibawah kepemimpinannya terkena OTT (operasi tangkap tangan) oleh KPK.

Kepada awak media, bupati yang memasuki dua periode masa jabatan ini juga bersumpah tidak mengetahui soal OTT terkait penangkapan 10 pegawainya yang dilakukan KPK di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) itu.

“Demi Allah saya tidak tahu, saya tahunya pas magrib, minggu (14/10) lagi di rumah, dari kabar beredar saja di internet. Benar-benar tidak tahu saya,” kata Neneng saatdi Kantor Bupati Bekasi, Senin (15/10).

Neneng mengaku baru tahu kabar penggeledahan di Kantor Dinas PUPR yang dilakukan KPK dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi.

“Pastinya kaget. Prihatin pasti. kami kerja yang terbaik lah. Yang namanya pemimpin kan pasti risiko ada, yang penting berusaha yang terbaik,” kata Neneng.

Ditanya apakah sudah ada informasi dari pihak KPK, Neneng mengatakan belum mendapatkan informasi apa pun. Ia pun mengimbau seluruh pegawainya agar tetap bekerja maksimal.

Diberitakan sebelumnya, KPK kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 10 pejabat Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Minggu (14/10).

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengungkapkan, OTT terkait perizinan proyek properti Meikarta, unit usaha Lippo Group.

Sejumlah orang yang ditangkap adalah penyelenggara negara di Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Belum ada informasi detail terkait identitas penyelenggara negara yang ditangkap KPK tersebut.

KPK menyita uang tunai lebih kurang Rp 1 miliar dalam mata uang rupiah dan dollar Singapura. Uang yang diamankan tersebut diduga terkait proses perizinan properti di Kabupaten Bekasi.

(otonominews)

Hot Line:  ARIST MERDEKA SIRAIT TERIMA PENGHARGAAN DARI IMACULLATA AWARD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here