Unras PMII Desak Rektor Unija Segera Copot Dosen “S”

0
181

POLICELINE.CO,SUMENEP- Sejumlah aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali berunjuk rasa ke Kampus Universitas Wiraraja Sumenep (UNIJA) Senin, 08/10/18.

Adi Putra, Korla Aksi menjelaskan gelombang aksi mahasiswa ini berlanjut karena berawal dari ulah oknum Dosen UNIJA yang diduga telah melecehkan nama baik organisasi PMII pada tanggal 28 September 2018 lalu.

“Dosen berinisial S ini bilang, bahwa Organisasi PMII doyan uang yang sempat memarah-marahi mahasiswi bernama Aisyah. Padahal Aisyah hanya meminta Dokumentasi sekaligus menyerahkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ,Red) tiba-tiba oknum dosen tersebut keluar kata yang kurang santun dan didengar semua mahasiswa yang hadir diruang kelas,” ujar Adi Putra Korlap Aksi PMII sumenep,.

Aktivis PMII menuntut pihak UNIJA segera akukan jumpa pers untuk memohon maaf kepada seluruh kader PMII se Indonesia.

“Selain itu kami menuntut pihak UNIJA segera memberikan sanksi berupa pemecatan kepada oknum Dosen tersebut,” tandasnya.

Sementara Rektor UNIJA Sjaifurrachman saat menemui pendemo langsung mengajak para mahasiswa Unija yg ikut dalam aksi tersebut untuk masuk ke dalam kampus, namun mahasiswa tetap bersikukuh untuk memilih berorasi ditempat terbuka.

“Mahasiswa menolak ajakan Rektor masuk keruang kampus karena khawatir akan diintimidasi nilai dan tekanan dari pihak Unija, ” imbuhnya menambahkan.

Mahasiswa PMII mengaku sangat menyayangkan pihak kampus yang selama ini bukan hanya oknum dosen yang melecehkan tapi juga mengintimidasi kepada mahasiswa yang kritis dan hendak amenyampaikan pendapat di muka umum.

“Hasil investigasi kami di dalam, tidak ada yang namanya Ibu S menyebutkan bahwa maling pada PMII, itu tidak ada. Yang ada, ibu S hanya menyampaikan koreksi kepada Icha dan Ai. Tidak menyebut nyebut PMII”, ujar Rektor UNIJA Sjaifurrachman didepan pengunjuk rasa.

Hot Line:  Gagal Atraksi, Santri Al Kholil NU Tewas

Mendengar penjelasan Rektor Unija yang dinilai mengada-ada itu, Aisyah langsung memberikan bantahan melalui orasi didepan pengunjuk rasa dan Rektor.

“Saat itu saya masuk langsung saya di hadapkan, kun perak fakultas hukum dosennya se tak e berrik nasek, fakultas laen dosenna e berrik nasek, engkok tao reah katoana PMII, PMII rea jet molaen lambek jet lebur ka pesse 32 taon kok bede e UNIJA tao PMII Jereya beremma. (Cuma dosen Fakultas Hukum yang tidak dikasih nasi. Fakultas lain, dosennya dikasih nasi. Aku tau ini ketuanya PMII. PMII ini dari dulu seneng uang. 32 tahu aku di Unija, paham betul PMII kayak apa, ” papar Aisyah, menirukan dosennya yang berinisial S dan diduga melecehkan organisasi PMII.

Bahkan Mahasiswi lainnya, Icha yang juga dicatut Rektornya langsung berteriak lantang dan membongkar kejadian lain, dimana dirinya mengaku dilecehkan saat dirinya menjadi PKKMB.

“Saya bersumpah apa yang saya ucapkan merupakan hal yang saya dengar bahwa Dosen S mengatakan PMII suka sama uang”, teriak Icha dalam kesaksiannya.

Sementara Dosen berinisial S yang kian terpojok, akhirnya menanggapi dengan permohonan maaf secara pribadi. Namun dibalas sorak gempita mahasiswa pengunjuk rasa agar yang bersangkutan segera diusir dari Kampus Unija.

“Jangan hanya minta maaf, pihak kampus harus memecatnya,” terisk mahasiswa pengunjuk rasa yang mengenakan atribut PMII. (SAP/FER)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here