Dugaan pungli berkedok ijazah paket C mencapai milyaran rupiah

0
640

LAMPUNG, POLICELINE- Setelah heboh terkait pemberitaan adanya Maraknya pungli ijazah paket, kali ini rekan rekan medipun kembali mendapat info bahwa PKBM mesuji timur melakukan penahanan ijazah yang semestinya di berikan kepada peserta, hal itu dikatakan salah satu peserta asal kecamatan mesuji yang namannya ingin di rahasiakan,mengatakan terhitung sejak 2017 silam ijazahnya masih ngangkrak di kediaman EDI Lantaran administrasi ijazah belum di lunasi oleh peserta ujian paket.

” Ya.saya belum bisa ambil ijazah lantaran uang adminstrasinya belum lunas, sempat saya cicil sebesar 1 Juta kepada yang bersangkutan, namun karna belum lunas saya belum dapat memiliki ijazah tersebut.

Sementara Saat di tanyakan kepada Sdr EDI ia mengakui bahwa masih ada sekitar 35 Paket ijazah yang masih ngangkrak di rumahnya lantaran tidak di ambil para peserta ujian Paket sejak tahun 2017 lalu, bahkan kami sudah mencoba menghampiri peserta agar menebus ijazahnya, namun sampai saat ini belum ada yang membayar..papar Edi

Sepereti di beritakan sebelumnya EDI mengakui bahwa Pihaknya sejak 2008 silam setelah melaksakan program ujian paket SMA/Sederajat waktu itu administrasi yang kami minta sebesar 1 juta rupiah. Kalau sekarang 2,5 hingga 3 juta rupiah untuk Setiap PKBM dengan jumlah jika di kalkulasi selama 10 tahun Mencapai kisaran Milyaran Rupiah, Jelasnya di kecamatan mesuji timur.

Ia membeberkan adanya pungutan tersebut lantaran PKBM tidak memiliki anggaran khusus, dulu sempat ada anggarannya namun kalau sekarang kami tidak menerimannya jelasnya lagi.

Ketika di singgung kegunaan anggaran ujian paket EDI mengatakan bahwa anggaran itu di gunakan untuk kegiatan ujian paket, bayar laptop/ komputer hingga bayar guru setiap mapel, tak lupa kami memberikan setoran kepada oknum disdik mesuji sebagai bidang pengawasan dan ucapan terimakasih,

Hot Line:  Dituding Mark-Up Anggaran, Ketua Panwaslu Minta Wartawan Tak Lagi Memberitakan

Hingga berita ini di terbitkan kegiatan yang sudah berlangsung selama 8 tahun lamanya ini telah memungut setidaknya milyaran rupiah dari para peserta didik ujian paket.

” Sementara terkait hal itu belum ada kejelasan serta aturan dan rincian tentang pengelolaan anggaran yang di pungut dari para peserta ujian paket.(Rahardja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here