Zamrud Khan, SH Soroti Kajari Sumenep Soal Korupsi Rp 50 Juta

0
330

POLICELINE, SUMENEP–Pengamat Hukum sekaligua Advokat Peradi, Zamrud Khan, SH menanggapi pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Bambang Panca Wahyudi Hariadi, yang mengatakan korupsi dibawah Rp 50 juta tak perlu disidangkan.

Menurut Zamrud, pernyataan Kajari Sumenep tersebut jangan sampai ditelan mentah-mentah oleh masyarakat, terutama pejabat publik yang bersentuhan dengan uang negara. Pasalnya, kebijakan itu tidak menghilangkan proses hukum seorang pelaku korupsi.

“Jika landasannya Pak Kajari Sumenep mengacu kepada Surat Edaran Jampidsus, mak hal itu hanya berlaku pada institusi Kejaksaan saja, tidak kepada institusi penegak hukum lainnya,” ungkap Zamrud Khan, SH kepada Policeline.co, Senin 30 Juli 2018.

Mantan Ketua Panwaskab Sumenep ini menegaskan, kebijakan yang saat ini mulai digelindingkan Kajari Sumenep tersebut, lanjutnya, tidak sepenuhnya bisa diterima oleh masyarakat, karena dianggap berpotensi menjadi “jurus penyelamat” para koruptor agar tidak korupsi ditas Rp 50 juta.

“Kebijakan yang disampaikan Kajari Sumenep itu, justru berpotensi bagi seseorang untuk melakukan korupsi agar tidak lebih dari Rp 50 juta,”tandasnya.

Adik kandung pengacar kondanG Azam Khan, SH ini menilai, meski sudah ada surat edaran diinternal Jaksa, namun “keringanan” terhadap seorang Tersangka / Terdakwa kasus korupsi yang telah dianggap mengembalikan uang Kerugian Negara sekalipun.

“Itu bisa dianggap meringankan atau bisa saja kooperatif dalam proses pemeriksaan maupun Penyidikan. Padahal semua itu tidak menghilangkan unsur perbuatan pidananya,” paparnya lagi.

Zamrud yang juga Direktur Kontra’SM ini juga menyitir Uu no 20 tahun 2001 perubahan dari uu no 31 tahun 1999 tentang Tindak PIDANA korupsi.

“Korupsi itu khan berasal dari istilah Yuanani, yakni Corruptio atau corruptus artinya suatu perbuatan yang busuk, buruk, bejat, tidak jujur, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian. Mari kita perangi bersama korupsi di Sumenep ini, “pungkasnya.

Bambang Panca Wahyudi Hariadi

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Bambang Panca Wahyudi Hariadi membuat statemen mengejutkan terkait penanganan tindak pidana kasus korupsi. 

Hot Line:  Kades Aeng Panas, Kasus Prona Hingga Aksi Ketua LSM Si Edy Kuncir

Dia menyatakan, korupsi dengan nilai kerugian yang kecil tak perlu disidangkan, melainkan cukup mengembalikan saja sesuai dengan nilai kerugian negara. 

“Korupsi dengan nilai kerugian saat penyelidikan di bawah Rp 50 juta, cukup mengembalikan saja,” ungkap dia kepada awak media di Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Ferry Arb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here