Ayo Kita Bawa Puisi Esai Masuk Sekolah

0
104

(Diskusi Pro Kontra Puisi Esai ke 5)

Rita Orbaningrum
Guru dan Penyair, Provinsi Babel
 
 Pengajaran sastra akan bertambah semarak dengan menghadirkan Puisi Esai sebagai tambahan bahan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan keharusan peserta didik menguasai 4C yang merupakan jurus sakti menaklukan kompetisi abad 21.

Kurikulum 2013 mewajibkan peserta didik memiliki keterampilan 4C. Pertarungan di abad 21 adalah bukan lagi aku menang kamu kalah, tetapi aku menang dan kamu menang. Kita unggul bersama-sama.

 Puisi Esai merupakan puisi genre baru dari unsur bentuk maupun diksi. Fakta yang difiksikan, menggunakan catatan kaki yang merupakan rujukan atas fakta yang mendasari peristiwa dalam puisi.

Selama ini pengajaran puisi seperti mengalami kevakuman karena sulitnya memahami dan menginterprestasi puisi. Salah satu factor yang membuat pengajaran sastra khususnya puisi stagnan adalah problem soal guru Bahasa dan Sastra Indonesia. Mereka kurang menyukai puisi, karena minimnya pemahaman mereka tentang puisi. Sudah dapat ditebak bagaimana efeknya pada peserta didik apabila tidak ada motivasi dari guru.

 Apakah Puisi Esai layak masuk sekolah?  Jawabnya adalah Sangat layak. Mengapa demikian? Karena puisi esai merupakan salah satu alternative  yang mampu  menjawab  kebutuhan untuk terpenuhinya  penguasaan keterampilan 4C, disamping untuk Penguatan Pendidikan  Karakter tentunya.

 Keterampilan 4 C  tersebut adalah :

a) Communication                                                                                                        Komunikasi adalah sebuah kegiatan mentransfer sebuah informasi baik secara lisan maupun tulisan. Puisi Esai adalah  sarana komunikasi yang sangat baik. Bahasanya mudah dipahami dan komunikatif.  Puisi Esai yang sarat akan potret social dan isu krusial yang terjadi di masyarakat merupakan media komunikasi yang sekaligus mampu mengemban tugas pembentukan  karakter peserta didik.

Hot Line:  Sore itu, Catatan Kaki Mengeluh Padaku

b) Collaborative (kolaborasi)

Ini kemampuan berkolaborasi atau bekerja sama, saling bersinergi, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab. Puisi esai yang berisi fakta namun tersaji dalam fiksi dengan tokoh imajinernya serta penggunaan diksi yang mudah dipahami berikut alur yang tersaji layaknya sebuah novel yang kental nilai kerjasama menjadikan puisi esai layak untuk masuk dalam pembelajaran karena peserta didik meningtegrasikan butir kedua penguatan karakter secara otomatis.

c) Critical thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan pemecahan masalah).

Ini adalah kemampuan untuk memahami sebuah masalah yang rumit, mengkoneksikan informasi satu dengan informasi lain, sehingga akhirnya muncul berbagai perspektif, dan menemukan solusi dari suatu permasalahan. 

Riset merupakan sarat mutlak puisi esai. Awal dari proses kretif Puisi esai adalah menemukan fakta yang beredar dan terpublikasi karena kejelasan sumber sangat diperlukan untuk memperkuat data. Data dari fakta ini akan disajikan dalam catatan kaki yang kehadirannya merupakan syarat mutlak dan menjadi ciri khas puisi esai.

d) Creativity and Innovation (Kreativitas dan inovasi)

Ini kemampuan untuk mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain, bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda. Pada penguasaan keterampilan C4 ini adalah keterbukaan dalam menerima sebuah gagasan baru. Puisi esai mampu memenuhi kriteria tersebut.

 Puisi Esai berhasil membuktikan mengapa ia layak untuk masuk ke sekolah. Disamping keterampilan 4C, Puisi esai juga memuat kandungan moral yang dikemas dalam sebuah kisah.

Bukan hanya kisah sejarah yang obyektif maupun biografi tokoh sejarah, namun lebih kearah fiksi berdasarkan sejarah dan membawa pesan moral. Puisi esai mampu memerankan diri untuk ikut menyumbang keberhasilan menyukseskan program Gerakan Revolusi Mental

Hot Line:  Puisi Mabuk dan Gerah Kelamin

 Puisi esai akan memperkaya bahan pengajaran sastra, karena muatan -muatan di dalamnya diperlukan untuk memjawab kebutuhan kurikulum 2013 tentang keterampilan 4C sekaligus penguatan Karakter.

Saat ini sedang digodog bersama, lima guru dan akademisi dari lima provinsi besar di Indonesia, sebuah buku pengajaran puisi esai yang dapat digunakan sebagai panduan pengajaran di sekolah. Buku itu untuk digunakan pada tingkat SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Muatan dalam buku itu antara lain :

BAB I :  Pendahuluan

Bagian ini akan dijelaskan mengenai pengertian puisi secara umum, esai, dan puisi esai,  definisi secara luas, serta definisi secara sempit yang merujuk pada pengertian puisi esai.
 
BAB 2. Puisi Esai dalam Sistem Sastra  

Bab ini akan menguraikan puisi esai dalam sistem sastra. Sistem sastra yang dimaksud adalah himpunan unsur-unsur yang berhubungan satu dengan yang lainnya dalam mencapai tujuan tertentu. Sistem sastra berkaitan dengan pengarang, karya, dan pembaca.

Bagaimana puisi esai membangun sistem ini untuk mencapai tujuan sebagaimana tercantum dalam slogan yang diusungnya.

BAB. 3. Puisi Esai dalam Sistem Sosial

Bagian ini akan menjelaskan bahwa puisi esai hadir bukan dalam kondisi vakum, bukan semata-mata hasil kompetensi seseorang, tetapi berada dalam ruang sosial yang dipengaruhi dan mempengaruhi masyarakat.

Di sini akan ditunjukkan bahwa hubungan sosial pengarang tidak dapat dipisahkan sebagai pendukung proses kreativitas seseorang. Ketekaitan pengarang, karya, dan latar sosial akan disajikan dalam :

– Puisi esai sebagai kritik Sosial
– Puisi Esai Sebagai refleksi Sosio kultural
– Puisi Esai Sebagai historical Fiction.

BAB 4. Puisi Esai sebagai Objek Penelitian Sastra

Bab ini akan memaparkan mengenai posisi puisi esai sebagai objek penelitian sastra. Penelitian sastra ini memungkinkan dapat menggunakan multi perspektif, seperti sosiologi sastra, feminisme, poskolonial, dan yang lainnya. Pembahasan ini akan dijabarkan dalam poin-poin berikut ini.  

Hot Line:  Puisi Esai: Apa, Mengapa dan Keunggulannya

BAB 5. Puisi Esai sebagai Objek Pengajaran Sastra

 Bagian ini akan menjabarkan posisi puisi esai sebagai objek pengajaran sastra dan latihan menulis Puisi Esai.

 Melihat kondisi stagnasi pada pengajaran sastra, diharapkan dengan kehadiran puisi esai, pembelajaran sastra akan kembali bergairah. Semua tentu berbalik pada rekan  guru untuk  menggunakan pendekatan scientific sesuai dengan implementasi kurikulum 2013. Peran guru dalam abad 21 menumbuhkan pembelajaran sepanjang hayat, yang kreatif dan inovatif, mengoptimalkan teknologi, reflektif, kolaboratif dan berpusat pada peserta didik.

 Puisi esai merupakan pencerahan pada pengajaran sastra khususnya puisi. Kehadirannya ibarat oase di padang tandus.

Kita hidup di tengah kompetisi yang makin marak. Derasnya teknologi yang masuk kadang membuat mesin sensor tidak mampu bekerja maksimal. Ini berimbas pada moral peserta didik yang cukup memprihatinkan.

Harapan kita kepada rekan guru khususnya Bahasa dan sastra Indonesia untuk sama-sama membuka diri dan hati menerima kebaruan. Niscaya Puisi Esai merupakan salah satu filter yang mampu menyaring nilai-nilai dan sarat muatan karakter.

Kita dapat menyimpulkan  nilai-nilai luhur, yang mengajarkan tentang kebenaran serta hakekat hidup dari segala sisi. Puisi Esai mampu untuk itu.

Selamat dan semangat. Salam Puisi Esai.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here